balibercerita.com –
Hari raya Nyepi Tahun Caka 1948 yang berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri tahun ini menjadi perhatian serius jajaran Pemerintah Kecamatan Kuta Selatan. Untuk memastikan kedua hari besar keagamaan tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh toleransi, digelar rapat koordinasi lintas sektor dan lintas agama di Kantor Camat Kuta Selatan, Jumat (6/3).
Rakor yang dipimpin Sekretaris Camat Kuta Selatan, I Wayan Sujaka Arianta, tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan berbagai instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, puskesmas, rumah sakit, hingga unsur pelayanan publik lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh tokoh yang hadir sepakat mendukung seruan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Badung agar perayaan Nyepi dan Idul Fitri dapat berjalan berdampingan dengan tetap menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
Sujaka Arianta menegaskan bahwa Kuta Selatan selama ini dikenal memiliki tradisi toleransi yang kuat antarumat beragama. Karena itu, ia mengajak seluruh tokoh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan tersebut, terlebih ketika dua hari raya besar berlangsung hampir bersamaan.
“Kami mengajak seluruh tokoh masyarakat untuk terus mengedepankan toleransi dan mengajak masyarakat mematuhi seruan FKUB Kabupaten Badung agar pelaksanaan kedua hari suci ini berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Selain membahas aspek toleransi, rakor juga menyoroti kesiapan teknis selama rangkaian hari raya berlangsung. Pihak kecamatan memastikan kesiapan layanan darurat seperti puskesmas, rumah sakit, ambulans, hingga dukungan dari unsur Dinas Perhubungan dan PLN apabila terjadi kondisi darurat.
Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta menambahkan bahwa pelaksanaan rangkaian Nyepi di wilayah Kuta Selatan akan mengacu pada Surat Edaran Bersama yang telah disepakati berbagai pihak. Dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai kegiatan tradisi yang mengiringi Nyepi, mulai dari prosesi melasti, pawai ogoh-ogoh pada malam pengerupukan, hingga upacara tawur agung.
Ketua PHDI Kecamatan Kuta Selatan, Jro Mangku Wayan Suardana menyampaikan bahwa pelaksanaan Tawur Agung di wilayah Kuta Selatan akan dipusatkan di Catus Pata Desa Adat Jimbaran. Selain itu, sejumlah perwakilan desa adat seperti Jimbaran, Bualu, Pecatu, dan Tengkulung turut memaparkan rangkaian kegiatan menjelang Nyepi, mulai dari dresta lango, parade dan lomba ogoh-ogoh, hingga kegiatan dharma shanti Nyepi.
Mereka juga meminta dukungan pengamanan dari Koramil dan Polsek Kuta Selatan, terutama dalam pengaturan lalu lintas dan pengalihan arus kendaraan saat prosesi keagamaan berlangsung guna menghindari kemacetan dan memastikan kegiatan berjalan tertib. Dengan adanya koordinasi lintas unsur ini, diharapkan pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri di wilayah Kuta Selatan dapat berlangsung harmonis, aman, dan tetap menjaga semangat toleransi antarumat beragama. (BC5)

















