Makna di Balik Mimpi: Bukan Sekadar Bunga Tidur, Tapi Petunjuk dari Alam Spiritual

0
198
Mimpi
Merta Mupu saat memaparkan soal makna mimpi. (BC)

balibercerita.com –
Selama ini banyak orang menganggap mimpi hanyalah bunga tidur. Namun, tidak sedikit pula yang meyakini bahwa setiap mimpi memiliki makna dan bisa menjadi petunjuk bagi kehidupan seseorang.

Menurut penekun spiritual, Jro Mangku Ketut Merta Mupu, mimpi sejatinya bukan sekadar gambaran acak dari alam bawah sadar, melainkan pesan yang memiliki arti mendalam. “Setiap mimpi memiliki makna. Hanya saja banyak orang tidak tahu cara menafsirkan artinya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, anggapan bahwa mimpi terbagi menjadi mimpi baik dan mimpi buruk tidak sepenuhnya tepat. “Sebenarnya, tidak ada mimpi baik atau buruk. Semua mimpi adalah petunjuk. Tinggal bagaimana kita memaknainya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mimpi dapat menjadi tanda atau nasihat, layaknya pesan dari orang tua di dunia nyata. “Kalau nasihat orang tua saja kita abaikan, pasti ada akibatnya. Begitu juga dengan petunjuk dalam mimpi. Kalau diabaikan, bisa terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Baca Juga:   DPRD Badung Apresiasi Semangat Krama Sempidi Laksanakan Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya

Mimpi yang tampak buruk pun sebenarnya bisa menjadi peringatan agar seseorang waspada atau melakukan pencegahan. Misalnya, mimpi yang tampak menakutkan bisa jadi pertanda agar kita lebih berhati-hati. Kalau kita tahu maknanya dan bertindak sesuai petunjuk, hal buruk bisa berubah menjadi baik.

Sebaliknya, mimpi yang tampak baik juga perlu disikapi dengan tindakan nyata. Contohnya mimpi mendapat madu. Itu pertanda hal manis atau rezeki. Tapi kalau hanya diam tanpa melakukan apa pun, tentu rezeki tidak akan datang dengan sendirinya.

Baca Juga:   Pitra Yadnya di Desa Adat Pecatu

Merta Mupu menjelaskan, dari pengalaman spiritual yang ia alami, mimpi datang dari Kanda Pat. Empat saudara yang menyertai perjalanan hidup manusia inilah yang menyampaikan pesan melalui alam mimpi. Kanda Pat dititipi pesan, baik oleh leluhur, batara kawitan, maupun para dewa, agar seseorang menyadari sesuatu.

Cara membedakan asal mimpi bisa dilihat dari simbol atau hari terjadinya mimpi tersebut. Misalnya, mimpi yang melibatkan sosok ayah atau ibu sering dimaknai sebagai petunjuk dari Tuhan. “Dalam kepercayaan Bali, Batara Guru itu adalah Siwa dan Durga, yang melambangkan ayah dan ibu semesta,” terangnya.

Baca Juga:   HUT Ke-25 Pinandita Sanggraha Nusantara Raya

Menurutnya, pesan dalam mimpi seringkali disampaikan dalam bentuk simbol atau kode. Misalnya, seseorang bermimpi digigit anjing bisa jadi pertanda adanya niat buruk dari orang lain. Namun, identitas orang tersebut tidak selalu ditunjukkan secara langsung. “Kadang muncul nama atau sosok tertentu yang hanya berfungsi sebagai simbol. Misalnya, ada orang bernama Guru dalam mimpi, itu bisa berarti petunjuk dari Batara Guru, bukan orang sebenarnya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan agar tidak menafsirkan mimpi dengan kebencian atau dendam. “Mimpi bukan untuk mencari siapa musuh kita, tapi untuk memperbaiki diri dan tetap berbakti kepada para leluhur dan Tuhan,” katanya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini