Luhut: Penyebaran Omicron Makin Meluas

0
223
Tangkapan layar konferensi pers hasil evaluasi PPKM, Senin (27/12). (ist)

Jakarta, balibercerita.com –  

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan, mendorong para orangtua di daerah-daerah yang telah memulai vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak, untuk segera membawa anak-anaknya agar divaksinasi. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi atas peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron yang menunjukan peningkatan di negara lain. “Kita tetap harus hati-hati, karena data di negara lain menunjukkan kasus anak mengalami peningkatan karena Omicron,” ujarnya, saat melaksanakan konferensi pers hasil evaluasi PPKM pada Senin (27/12).

Dalam konferensi pers virtual itu, Menkomarves bersama Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin menekankan tentang perkembangan pencegahan dan penanganan varian Omicron. Hingga saat ini, kasus konfirmasi Omicron di Indonesia telah mencapai 46 kasus. Hampir seluruhnya berasal dari pelaku perjalanan luar negeri dan sisanya merupakan petugas di Wisma Atlet. “Per-hari Minggu (26/12) kemarin, penyebaran Omicron di dunia semakin meluas. Telah terdeteksi di 115 negara dunia dengan total kasus mencapai lebih dari 184 ribu,” terang Menkomarves.

Baca Juga:   Tanggul Sungai di Denpasar Rusak Diterjang Banjir, Pemkot Siapkan Anggaran Perbaikan Rp15 Miliar

Berdasarkan data-data dari negara lain, varian Omicron menyebabkan kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan varian Delta. Kendati demikian, prinsip kehati-hatian penting untuk tetap dijaga. Selain melaksanakan vaksinasi, yang tidak kalah penting untuk dilakukan adalah agar jangan melakukan perjalanan ke luar negeri yang sifatnya liburan. Ia mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan liburan di dalam negeri saja, untuk mencegah penularan varian Omicron serta meningkatkan akselerasi pemulihan ekonomi dalam negeri.

Baca Juga:   Realisasi PAD Badung Rendah, Transaksi Online Dicurigai Pemicunya

Untuk menyikapi penyebaran varian Omicron yang semakin meluas, Menko Luhut menegaskan bahwa pintu masuk ke Indonesia akan terus diperketat, baik dari darat, laut maupun udara. Pengetatan masa karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) selama 10-14 hari terus dilakukan, serta diperketat. Pemerintah telah menyiapkan skenario antisipasi untuk menghadapi lonjakan kedatangan pelaku perjalanan internasional yang diperkirakan akan terjadi pada awal tahun depan. “Tidak boleh ada permintaan dispensasi bagi hal yang tidak perlu kecuali misalnya untuk keperluan berobat atau hal penting lainnya,” tukasnya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan Bandara Juanda Sidoarjo sebagai alternatif pintu kedatangan Luar Negeri. Pihaknya terus berkoordinasi dengan cepat, seperti melakukan evaluasi kesiapan Bandara Juanda sebagai alternatif pintu masuk dan pemenuhan kebutuhan logistik seluruh PPLN yang melakukan karantina di wisma. Hal itu dilakukan untuk memudahkan proses karantina bagi PPLN karena tidak menumpuk semuanya di Jakarta.

Baca Juga:   Wamenpar Ni Luh Puspa Dorong Generasi Muda Bali Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

Berbagai langkah tegas pemerintah dalam mencegah masuknya varian Omicron mampu menjaga kasus Covid-19 pada tingkat yang rendah. Hingga saat ini masih belum terlihat tanda-tanda gelombang baru akibat varian Omicron. Tingkat perawatan di rumah sakit dan tingkat kematian juga masih menunjukkan tanda-tanda yang cukup terkendali. Namun setiap pihak diingatkan untuk tetap harus waspada dan memonitoring perkembangan kasus Covid-19 secara terus menerus. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini