balibercerita.com –
Setiap tanggal 12 Oktober, suasana di Jalan Legian, Kuta, selalu tampak berbeda dari hari biasanya. Para wisatawan dan keluarga korban Bom Bali datang untuk berdoa di Monumen Ground Zero, serta mengikuti acara yang diadakan rutin setiap tahun dari Yayasan Isana Dewata.
Namun di balik itu, ada sosok perempuan yang selalu hadir dengan senyum sederhana dengan membawa seember bunga mawar di sisinya. Ia adalah Luh Sariani, perempuan asal Tianyar, Karangasem, sang penjual bunga.
Sejak pagi buta, sebelum upacara doa dimulai, Luh Sariani sudah duduk di seberang monumen dengan membawa ember berisi mawar merah dan putih yang tertata rapi. “Sudah tiga kali saya jualan bunga di sini, setelah covid,” ujarnya saat ditemui, Minggu (12/10) sore, di tengah doa bersama.
Dari 50 tangkai yang ia bawa pagi itu, hanya tersisa belasan menjelang siang. Bunga yang ia bawa banyak dibeli oleh wisatawan Australia. Mereka membeli bunga untuk diletakkan di monumen sebagai penghormatan bagi korban tragedi Bom Bali. “Mereka jarang menawar, jadi langsung beli,” ungkapnya.
Bagi Luh, berjualan bunga bukan sekadar mencari nafkah. Ada rasa syukur setiap kali tangkai-tangkai itu berpindah tangan, karena baginya, setiap bunga membawa doa. Apabila tidak habis terjual, biasanya ia membawa bunga itu ke monumen sebagai persembahan sekaligus berdoa.
Selain menjadi penjual bunga, kesehariannya ia bekerja mencari tamu untuk jasa kepang rambut dan pijat di kawasan Kuta. Bisa dibilang pekerjaan menjual bunga menjadi pekerjaan musiman baginya. Hal ini terinspirasi dari masukan seorang wisatawan yang menyarankan agar ia berjualan bunga, karena banyak orang kesulitan mencari bunga sangat doa bersama.
Setiap tahun menjelang peringatan Bom Bali, wanita yang tinggal ngekos di Jalan Mataram, Kuta itu selalu membawa tangkai mawar. Ia membeli bunga dari pasar kecil di belakang Supernova, lalu duduk tenang di tepi jalan, menunggu orang-orang datang dengan hati yang berduka tapi penuh cinta.
“Harga tiap tangkai berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Tahun ini cukup ramai, cukup buat makan,” katanya sembari tersenyum. (BC5)

















