Lima Breakwater Hampir Rampung, Pengisian Pasir Pantai Kuta Dimulai Pekan Ini

0
16
Breakwater Pantai Kuta
Breakwater yang dalam proses pembangunan. (ist)

balibercerita.com –
Proyek Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II di kawasan Pantai Kuta memasuki tahap krusial. Pembangunan lima breakwater (BW) kini hampir rampung dengan menyisakan satu unit terakhir. Sementara, uji coba pengisian pasir mulai dilakukan pekan ini. Kombinasi kedua pekerjaan ini diharapkan mampu menahan laju abrasi sekaligus menambah lebar garis pantai di sejumlah titik kritis.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Bambang Kardono menjelaskan bahwa dari total lima breakwater yang direncanakan, empat unit telah selesai dikerjakan. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada BW 5 yang berlokasi di depan Setra Asem Celagi Desa Adat Kuta dengan progres mencapai 75 persen.

Ia menargetkan seluruh pembangunan breakwater rampung pada akhir April 2026. “Empat breakwater telah selesai, tinggal satu unit lagi yaitu BW 5. Sudah memasuki tahap akhir, April ini kita target rampung,” ujarnya, Rabu (15/4).

Baca Juga:   Penataan Pantai Kuta–Petitenget, Target Rampung November 2026

Dalam pelaksanaannya, kondisi pasang surut air laut menjadi tantangan utama. Aktivitas pekerjaan harus menyesuaikan dinamika tersebut. Pada periode Desember hingga Maret, gelombang tinggi sempat menghambat kinerja alat berat. Namun memasuki April, kondisi laut yang lebih kondusif memungkinkan percepatan pengerjaan.

Untuk tahap pengisian pasir, uji coba akan dilakukan di Zona II, yakni dari depan Hotel Anvaya ke arah utara hingga Centro Mall sampai Hotel Pullman. Lokasi ini diprioritaskan karena menjadi salah satu titik dengan tingkat abrasi paling parah. Volume pasir yang akan diisikan mencapai 310 ribu meter kubik, yang diproyeksikan mampu menambah lebar pantai rata-rata hingga 15 meter dari garis daratan.

Baca Juga:   RPJMD Karangasem 2025–2029 Ditetapkan, Ini Fokusnya

“Pipa pengisian pasir sudah terpasang seluruhnya. Kapal tidak perlu mendekati daratan, melainkan menyemburkan pasir dari tengah laut melalui pipa dengan jarak sekitar 650 meter dari bibir pantai,” jelasnya.

Secara keseluruhan, progres BBCP Phase II saat ini telah mencapai 35 persen. Proyek ini mencakup pembangunan breakwater serta pengisian pasir di kawasan Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak. Jika tidak mengalami kendala berarti, seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada 4 November 2026.

Terkait usulan pembangunan revetment, Bambang menyebut masih dalam tahap kajian teknis oleh JICA dan akan dibahas lebih lanjut bersama Bendesa Adat Kuta serta Pemerintah Kabupaten Badung. Sementara itu, usulan penambahan breakwater tidak disetujui karena dinilai berpotensi mengganggu estetika pantai sebagai destinasi wisata.

Baca Juga:   Peringatan Hari Anak Nasional, Bupati Bangli Soroti Tantangan di Dunia Digital

Di sisi lain, Pantai Sekeh akan mendapat tambahan sekitar 160 ribu meter kubik pasir yang difungsikan sebagai stockpile untuk mendukung pengisian pasir secara alami. Material tersebut secara kecenderungan akan mengikuti pergerakan gelombang laut ke arah utara.

Namun, jika proses alami tidak berjalan optimal, pengisian dapat dilakukan secara manual dengan mengambil pasir dari stockpile. “Kita masih mencermati di mana titik stabil pergerakan pasir. Dinamikanya belum sepenuhnya diketahui, terutama sejauh mana pasir bisa mencapai kondisi stabil,” imbuhnya. (BC5)