
balibercerita.com –
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti bersama anggota mengikuti aksi bersih pantai yang digelar di Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Jumat (5/5) pagi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas sebagai upaya memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir.
Aksi bersih pantai tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq bersama Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, jajaran Forkopimda, unsur TNI dan Polri, pimpinan OPD terkait, aparat desa, pelaku pariwisata, komunitas lingkungan, serta masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dengan apel bersama di kawasan Pantai Kedonganan, kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang garis pantai. Para peserta menyisir area pesisir dan mengumpulkan berbagai jenis sampah kiriman laut yang terbawa arus dan dipengaruhi faktor cuaca.
Di sela kegiatan, Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan bahwa persoalan sampah, khususnya sampah laut yang kerap menumpuk di kawasan pesisir merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan terpadu dan berkelanjutan. Permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan secara parsial dan memerlukan kolaborasi semua pihak.
“Persoalan sampah, terutama di kawasan pesisir, tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Diperlukan peran bersama secara berkelanjutan, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat,” ujar Anom Gumanti.
Tokoh asal Kuta ini menegaskan, kawasan pantai merupakan salah satu aset utama pariwisata Badung dan Bali secara keseluruhan. Oleh karena itu, upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pantai harus dilakukan secara konsisten dan tidak bersifat seremonial semata. Pantai merupakan wajah pariwisata Bali. Jika pantai bersih, citra pariwisata akan tetap terjaga.
Anom Gumanti juga menekankan pentingnya penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sebagai langkah konkret menekan timbulan sampah laut. “Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Jika kesadaran masyarakat sudah terbentuk, maka persoalan sampah di hilir, termasuk di pantai, akan jauh lebih mudah dikendalikan,” katanya.
Ia berharap aksi bersih pantai ini tidak hanya berdampak pada kebersihan Pantai Kedonganan, tetapi juga menjadi contoh dan inspirasi bagi wilayah pesisir lainnya di Bali. Gerakan seperti ASRI ini harus terus dilanjutkan dan diikuti dengan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. “Gerakan ASRI ini merupakan langkah nyata dalam membangun Bali yang aman, sehat, resik, dan indah, sekaligus mendukung pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adv)
















