GWK Perluas Jangkauan Pasar Tiongkok dan India, juga Perkuat Posisi sebagai Cultural Venue

0
38
GWK
Wisatawan saat berkunjung ke GWK. (ist)

balibercerita.com —
Manajemen Garuda Wisnu Kencana Cultural Park (GWK) menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026, khususnya dari pasar Tiongkok dan India yang dinilai sangat potensial. Dengan berbagai langkah tersebut, GWK berharap mampu memperkuat posisinya sebagai ikon pariwisata budaya Bali sekaligus destinasi pertunjukan kelas dunia.

General Manager Marketing Communication and Event GWK, Andre Prawiradisastra mengatakan, Tiongkok dan India merupakan pasar besar yang terus tumbuh dan diharapkan memberi kontribusi signifikan bagi kunjungan wisatawan ke Bali. Untuk menjangkau pasar tersebut, GWK menyiapkan penguatan promosi digital melalui pembuatan website serta mengundang investor dan mitra dari Tiongkok dan India.

Baca Juga:   Kuta Rock City Festival 2025 Dorong Ekonomi Kreatif dan Gaungkan Kuta di Level Internasional

Selain fokus pada pasar internasional, GWK juga terus mengukuhkan diri sebagai destinasi pertunjukan budaya (cultural venue) melalui program pertunjukan rutin. Salah satu yang disiapkan adalah special show barong dengan konsep modern yang memadukan seni tradisional dengan tata cahaya, visual, dan audio kontemporer. “Kami ingin semakin memantapkan GWK sebagai cultural park dengan tetap mengedepankan kekuatan budaya,” ujarnya belum lama ini.

GWK juga menjalankan program edukasi seni bertajuk “GWK Menari dan Menabuh” yang ditujukan bagi anak-anak di sekitar kawasan. Program ini memberikan pelatihan seni tari dan tabuh secara berjenjang melalui sanggar di GWK. Peserta yang telah mencapai tahap tertentu akan memperoleh sertifikat dan kesempatan tampil di panggung GWK.

Baca Juga:   Pertamina SMEXPO 2025 Surabaya Catat Transaksi Rp1 Miliar, UMKM Jatimbalinus Unjuk Daya Saing

Sementara itu, Direktur Operasional GWK, CH. Rossie Andriani menambahkan, pihaknya akan memaksimalkan daya tarik kawasan, termasuk area Jendela Bali, dengan konsep hiburan yang lebih hidup pada malam hari. Berbagai pertunjukan dari daerah lain di Indonesia juga akan diundang secara berkala, seiring meningkatnya minat daerah untuk tampil di GWK.

Menurutnya, sejumlah hotel di sekitar kawasan juga menunjukkan ketertarikan untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan atraksi wisata. Kerja sama dengan Kementerian Pariwisata turut dijajaki guna memperkuat promosi dan event internasional.

Baca Juga:   Festival Jatiluwih Kembali Digelar, Targetkan 7 Ribu Wisatawan

GWK menargetkan pasar Australia, India, Korea, dan Tiongkok sebagai sumber utama wisatawan mancanegara. Khusus pasar Australia, kerja sama dengan berbagai hotel telah dilakukan. Saat ini kontribusi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke GWK sekitar 2 persen, namun pihaknya menargetkan peningkatan hingga 8 persen dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau dihitung dalam jumlah kunjungan, peningkatan itu akan sangat signifikan. Kami optimistis dapat mencapainya dengan strategi promosi dan penguatan atraksi budaya,” kata Rossie. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini