Mangupura, balibercerita.com –
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir secara resmi menunjuk Simon Melkianus Tahamata sebagai Head of Scouting atau Kepala Pemandu Bakat Tim Nasional Indonesia. Penunjukan ini merupakan bagian dari langkah serius PSSI dalam membangun sistem regenerasi pemain yang lebih profesional, terstruktur, dan bebas dari kepentingan pribadi.
“Prioritas utama Om Simon saat ini adalah berbicara dengan pelatih timnas kelompok umur seperti U-23, U-20, dan U-17. Kami ingin memetakan talent pool regenerasi pemain secara menyeluruh. Jangan sampai ada dikotomi bahwa pemain U-17 belum cukup umur untuk senior. Fisik pemain sekarang sudah jauh berkembang karena teknologi kesehatan. Yang membedakan tinggal skill dan cara berpikir,” ujar Erick dalam keterangannya.
Menurut Erick, Simon Tahamata akan bertugas memetakan potensi pemain muda, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Setelah roadmap talenta terbentuk, Indonesia akan dibagi menjadi tiga zona scouting yaitu Timur, Tengah, dan Barat. Masing-masing zona akan memiliki tim scouting tersendiri yang wajib memberikan laporan bulanan kepada Simon.
“Beliau (Simon) juga akan turun langsung ke lapangan. Semua laporan nantinya akan dilaporkan ke PSSI. Selain itu, kami juga akan memantau pemain diaspora di Eropa, Belanda, hingga Amerika,” jelas Erick.
Ia menyebutkan nama-nama seperti Sydney Hopper (18 tahun) dan Katarina Stalin (16 tahun) yang kini membela Timnas Wanita Indonesia sebagai contoh keberhasilan pemantauan diaspora.
Terkait pemain Indonesia di luar negeri lainnya, Erick menyatakan belum mengetahui apakah Adrian Wibowo, pemain muda sayap kanan untuk klub Major League Soccer Los Angeles FC ini bersedia membela Merah Putih. “Kita lihat nanti apakah dia mau,” ucapnya.
Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap pemain atau pelatih titipan. “Saya sudah bilang ke Om Simon, tidak ada scouting titipan. Kalau sampai ada, tim scouting saya bubarkan. Begitu juga pelatih yang mengakomodir pemain titipan akan saya copot. Ini Timnas Indonesia, harus transparan dan punya visi regenerasi yang benar,” tegasnya.
Dengan langkah ini, PSSI bertekad menciptakan tim nasional yang kuat, profesional, dan benar-benar hasil dari proses pembinaan dan pencarian bakat yang bersih. (BC5)

















