balibercerita.com –
Komisi III DPRD Badung menggelar rapat kerja bersama Perumda Air Minum Tirta Mangutama pada Senin (6/4), guna mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan strategi penanganan krisis air bersih di Kabupaten Badung, khususnya wilayah selatan.
Rapat dipimpin Ketua Komisi III, I Made Ponda Wirawan didampingi anggota dewan lainnya seperti I Made Sumerta, Wayan Sandra, IGN Shaskara, Nyoman Karyana, Made Retha, dan Gede Aryantha. Dari pihak perumda, hadir Direktur Utama I Wayan Suyasa bersama jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi III menekankan percepatan program Adi Cipta sebagai prioritas daerah untuk mengatasi kekurangan air bersih, terutama di wilayah Kuta Selatan, Kuta, dan Kuta Utara. “Salah satu visi-misi kepala daerah adalah pemenuhan kebutuhan dasar yakni air bersih. Kami ingin ini segera dituntaskan oleh PDAM,” tegas Ponda Wirawan.
Selain mendorong percepatan program, DPRD juga meminta pemaparan terkait inovasi, program kerja, serta kendala yang dihadapi PDAM, agar dapat dicarikan solusi bersama. Salah satu usulan strategis yang mengemuka adalah penambahan reservoir atau penampungan air di kawasan padat penduduk.
Menurut Ponda, keberadaan reservoir sangat penting untuk menjaga stabilitas distribusi air, terutama di wilayah perumahan. Ia mendorong agar PDAM dapat memanfaatkan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang telah diserahkan ke pemerintah daerah. “Semakin banyak reservoir, maka pelayanan akan semakin baik. Kami dorong agar ini dikoordinasikan dengan dinas terkait,” ujarnya.
Di sisi lain, upaya teknis juga terus dilakukan PDAM, salah satunya melalui pembangunan jaringan distribusi air di bawah jalan tol. Proyek tersebut kini hampir rampung dari sisi perizinan, yang sebelumnya memerlukan hingga 24 izin dan kini hanya menyisakan satu proses. “Kami harap tahun ini bisa terealisasi, sehingga persoalan air di Kuta Selatan, khususnya daerah atas, bisa teratasi secara bertahap,” tambah Ponda.
Sementara itu, Dirut Perumda Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa menyampaikan bahwa kinerja perusahaan menunjukkan tren positif. Berdasarkan penilaian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Perumda Tirta Mangutama menempati peringkat ke-9 nasional dan terbaik di Indonesia timur untuk kategori perusahaan sedang.
Namun demikian, cakupan layanan air bersih saat ini baru mencapai 62,92 persen. Perumda bersama pemerintah daerah menargetkan peningkatan hingga 85 persen, dengan dukungan program pamsimas dan swakelola desa.
Dari sisi keuangan, perusahaan memproyeksikan penurunan pendapatan dari Rp282,6 miliar pada 2024 menjadi Rp280,07 miliar pada 2025, yang berdampak pada penurunan laba dari Rp49,19 miliar menjadi Rp38,63 miliar. Kondisi ini dipengaruhi oleh persaingan di sektor pariwisata serta keterbatasan infrastruktur jaringan perpipaan.
Menanggapi hal tersebut, DPRD Badung meminta Perumda Tirta Mangutama segera mengatasi berbagai kendala teknis agar distribusi air bersih dapat berjalan lebih optimal dan merata. “Kami berharap ada peningkatan kinerja signifikan pada 2026 sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkas Ponda Wirawan. (adv)

















