Di Tengah Perayaan HUT ke-80 RI, 20 Perkici Dada Merah “Pulang” ke Bali

0
212
Perkici dada merah
Perkici dada merah. (ist)

Gianyar, balibercerita.com –
Di tengah perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia, sebuah momen bersejarah terjadi di Taman Safari Bali. Sebanyak 20 ekor perkici dada merah (Trichoglossus forsteni mitchellii) akhirnya kembali ke tanah air setelah bertahun-tahun hidup di luar negeri.

Burung endemik Bali dan Lombok ini menempuh perjalanan panjang dari Cornwall, Inggris, pada 16 Juli 2025. Melalui jalur London–Doha–Bali bersama Qatar Airways, rombongan kecil ini tiba di Pulau Dewata sehari kemudian dan langsung menjalani masa karantina di fasilitas khusus Taman Safari Bali.

Baca Juga:   E-Visa Dorong Pertumbuhan Kunjungan Wisman ke Bali

Selama karantina, tim medis dan keeper memantau kesehatan, perilaku, dan proses adaptasi mereka sesuai standar internasional. Kandang baru pun dibangun dengan desain khusus yang menyesuaikan kebutuhan biologis perkici dada merah.

Kepulangan satwa ini merupakan hasil kerja sama Paradise Park (UK), World Parrot Trust, Taman Safari Bali, dengan dukungan Kementerian Kehutanan dan BKSDA Bali. Sebelum kedatangan burung-burung ini, Head Keeper dari Paradise Park datang ke Bali untuk memberikan pelatihan teknis kepada tim lokal, mulai dari teknik handling, pemberian pakan, hingga enrichment.

Baca Juga:   Pesta Rakyat GWK 2025, Selebrasi Megah Rayakan Kemerdekaan RI

“Program ini bukan hanya memulangkan burung, tapi mengembalikan harapan. Inilah awal dari upaya reintroduksi mereka ke habitat alaminya di masa depan,” ujar Kurator Taman Safari Bali, Ari Janiawati.

Hal senada diungkapkan Indonesia Coordinator World Parrot Trust, Angela D’Alessio. Ia bilang, keberhasilan ini adalah bukti nyata kekuatan kolaborasi lintas negara. “Kolaborasi ini membuktikan bahwa konservasi adalah tanggung jawab bersama, melampaui batas negara,” katanya.

Baca Juga:   Kapal Cepat Rute Denpasar–Banyuwangi Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya Tiga Jam

Dengan bulu hijau cerah dan dada merah yang khas, perkici dada merah pernah terancam punah akibat perburuan dan perdagangan ilegal. Kini, kepulangannya menjadi simbol kebangkitan warisan hayati Indonesia.

Mengambil semangat dari bahasa Bali, kedis mewali yang berarti “burung pulang”, gerakan konservasi ini menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk menjaga kekayaan hayati bangsa, demi generasi mendatang. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini