Camat Kuta Selatan Nilai Nusa Dua Festival 2025: Merawat Budaya, Menguatkan Pariwisata Bali

0
234
Nusa Dua Festival
Ketut Gede Arta (tiga dari kiri) berfoto bersama jajaran ITDC dan seniman mural. (BC5)

balibercerita.com –
Nusa Dua Festival (NDF) yang kembali dihelat pada 25–26 Oktober 2025 di Pulau Peninsula kawasan The Nusa Dua diharapkan menjadi ajang penguatan sekaligus pelestarian budaya Bali. Hal ini sejalan dengan konsep pariwisata berbasis budaya yang selama ini menjadi daya tarik Pulau Dewata di mata wisatawan.

Camat Kuta Selatan, Dr. I Ketut Gede Arta, A.P., S.H., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi lintas stakeholder menjadi pondasi utama penyelenggaraan The Nusa Dua Festival 2025. “Festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk merawat identitas lokal melalui sinergi pemerintah, desa adat, komunitas seni, dan pengelola kawasan. Dukungan bersama inilah yang memastikan pelestarian budaya berjalan beriringan dengan perkembangan pariwisata, sehingga warisan tradisi tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga:   Subjek Visa On Arrival Diperluas Jadi 60 Negara

Lebih lanjut, pihaknya berharap NDF 2025 mampu memberikan warna baru dalam pariwisata Bali. Festival ini tidak hanya menjadi tontonan, melainkan juga memberikan dampak positif yang luas bagi daerah. “Bali adalah budaya. Spirit budaya lokal harus terus diberi ruang untuk tampil dan berekspresi. Dari sini akan lahir nilai-nilai baru yang memberi pengaruh besar bagi perkembangan pariwisata kita,” imbuhnya.

Baca Juga:   Warung Bali Thingadi, Lawar Kambing Menggoda Selera di Klungkung

Menurutnya, banyak seniman lokal dari berbagai sanggar akan dilibatkan secara aktif dalam festival ini. Kehadiran mereka menggambarkan dinamika baru yang dibangun Nusa Dua, sekaligus menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan. “Kolaborasi dengan seniman lokal adalah cara untuk menjaga tradisi tetap hidup sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan,” jelasnya.

Selain memperkuat identitas budaya, NDF juga diharapkan menjadi ajang promosi kawasan sekaligus mendorong perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya festival, tingkat hunian akomodasi di wilayah Kuta Selatan diprediksi meningkat dan membuka peluang pemberdayaan bagi warga lokal.

Baca Juga:   Ingin Berkunjung ke Bali, Warga Jepang Terkendala Masa Karantina

Ke depan, penyelenggara mendorong agar festival ini masuk dalam kalender event tahunan. Dengan begitu, kontribusi positifnya terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata Bali dapat berlanjut secara berkesinambungan.

“Kami berharap acara ini dapat dilaksanakan berkelanjutan dan diperpanjang. Event ini merupakan event tambahan yang memberikan ruang bagi seniman kami untuk tampil,” imbuhnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini