Biaya Listrik Puspem Badung Rp 600 Juta Per Bulan

0
295
Listrik
Suasana rapat pembahasan proyek PLTHS yang dipimpin Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Konsumsi listrik untuk kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Mangupraja Mandala Kabupaten Badung sangatlah besar. Per bulannya, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 600 juta. 

Hal itu diungkapkan Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa dalam rapat pembahasan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Hidro Statis (PLTHS) eco friendly atau ramah lingkungan di Desa Ungasan, Rabu (26/1). Rapat itu dihadiri perwakilan Hydrodynamic Energy Conversion Technology (HYGEN STG) Hendarto, Asisten Ekonomi dan Pembangunan I.B. Arjana, Kadis PUPR I.B. Surya Suamba, Kabag Tapem Made Surya Dharma, Kabag Hukum dan HAM A.A. Gde Asteya Yudhya dan dinas terkait lainnya.

Baca Juga:   Kondisi UMKM di Badung Masih Stagnan

Sekda Adi Arnawa mengatakan, saat ini kebutuhan listrik di Bali masih di-support oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton. Namun, seyogyanya Bali harus mandiri energi. Karena itu diperlukan suatu teknologi terbarukan yang bisa membantu Bali dalam hal itu. Karena itu, ia berharap PLTHS eco froendly nantinya dapat menjawab hal itu.

Jika hal itu terbukti, ke depan alat itu dapat dibuat dan ditempatkan di Puspem Badung. Hal itu nantinya akan menjadi proyek percontohan di Pemkab Badung. “Jika setengahnya saja kebutuhan listrik yang kita butuhkan tersuplai maka berarti energi ini terbukti. Kita di Badung sangat membutuhkan ini karena eco friendly dan sangat efisien,” terangnya.

Baca Juga:   Pemerintah Desa Darmasaba Gelar Diskusi, Kupas Tuntas Dinamika Pengelolaan Sampah

Pihaknya mengaku sangat membutuhkan energi itu dan diharapkan hal itu bisa jalan sesuai harapan. Ia mempersilakan tim untuk mengkaji hal itu, untuk kemudian disikapi pembangunannya. Ia berharap agar hal itu bisa terbangun, dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan energi di Bali. “Nanti kita akan adakan rapat internal lagi untuk menjawab pembangkit listrik tenaga terbaru ini. Kami akan jadwalkan tim kita untuk turun melihat demo product  di Pecatu,” jelasnya.

Hendarto selaku perwakilan Hydrodynamic Energy Conversion Technology (HYGEN STG)  mengatakan, pihaknya bisa menjamin alat tersebut eco friendly, murah, dan bisa dibangun di mana saja. Alat itu juga tidak menggunakan bio solar, yang bahannya berasal dari fosil yang dapat menghasilkan residu dan merusak alam. “Semoga teknologi yang kami bawa ini bisa menghasilkan kemandirian energi untuk Badung bahkan Bali itu sendiri,” harapnya.

Baca Juga:   Tim SAR Evakuasi Wisatawan dari Tebing Pantai Nunggalan

Dengan dibangunannya alat itu, diharapkan ketergantungan Bali terhadap suplai listrik dari Paiton bisa diminimalisir. Jika alat itu bisa dibangun lebih banyak titik, maka efisiennya akan sangat maksimal dan menghemat biaya. “Semoga nanti Bapak Sekda bisa melihat demo produk kami yang ada di Pecatu,” imbuhnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini