Mangupura, balibercerita.com –
Bagi Anda yang sedang menikmati liburan di kawasan Pecatu, patut berkunjung ke Summer Treat Uluwatu. Usaha kuliner yang berlokasi di Jalan Pantai Padang-padang, Pecatu ini, sudah tidak asing di telinga wisatawan, karena menyajikan suasana etnic, alami, namun berbalut nuansa modern. Anda juga dapat menikmati live music serta party dengan suasana terbuka dan alami, karena sekelilingnya dipenuhi tanaman rindang yang membuat suasana menjadi adem.
Menurut pengelola Summer Treat, Wayan Somer, usaha tersebut sudah berdiri sejak tahun 2016. Bisa dibilang usaha itu menjadi salah satu pionir usaha restoran di kawasan Pantai Padang-padang, yang saat itu belum begitu banyak restoran dan rumah makan. Hal itu membuat usahanya itu cukup familiar di mata wisatawan, karena kunjungan lebih banyak didominasi wisatawan mancanegara yang berlibur ke Pecatu. “Sebenarnya usaha ini merupakan usaha keluarga,” ucapnya.
Sebelum pandemi Covid-19 melanda, kunjungan cukup ramai. Namun setelah pandemi melanda kunjungan perlahan sepi karena pariwisata mati suri, hingga membuat usahanya itu terpaksa ditutup pada tahun 2020. Seiring dengan menurunnya kasus Covid-19 serta dibukanya kedatangan wisatawan ke Bali, kunjungan wisatawan mulai bertumbuh. Hal itu membuat sejumlah usaha yang sempat tutup operasional kembali dibuka.
Pihaknya kemudian mencoba kembali membakitkan usaha tersebut, dengan membuka operasional sejak Minggu (15/5). Restoran yang ada di lantai atas mulai dibuka setiap hari, sedangkan untuk party atau hanya buka tiap Selasa dari jam 09.00 Wita hingga pukul 24.00 Wita. Untuk merangsang kunjungan, saat pembukaan tersebut pihaknya juga menyajikan all You Can Eat dengan harga hanya Rp 50 ribu. “Memang kunjungan belum begitu ramai, karena baru dibuka. Mudah-mudahan ini awal yang baik, sehingga kami bisa bangkit kembali seperti saat sebelum pandemi,” ungkap pria yang juga berprofesi sebagai life guard di Badung ini.
Ia berharap kedepan kondisi pariwisata semakin baik dan kunjungan wisatawan kembali pulih. Hal ini akan membantu ekonomi masyarakat, terutama pengusaha lokal seperti dirinya untuk kembali bergelut mencari rejeki. “Mudah-mudahan ke depan pariwisata tidak ada hambatannya lagi, sehingga kami bisa bangkit kembali mengais rejeki di sektor ini,” harap pria asal Desa Pecatu ini. (BC5)
















