Mangupura, balibercerita.com —
Bagi sebagian besar petani, belalang dianggap sebagai hama perusak tanaman. Namun, di Pecatu, Bali, serangga ini justru menjadi santapan favorit masyarakat, terutama saat musim bercocok tanam. Tradisi mengkonsumsi belalang di daerah ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari sejarah hidup masyarakat di wilayah tandus tersebut.
Dulunya, belalang mudah ditemui di wilayah Pecatu yang ditumbuhi vegetasi alami seperti rumput, alang-alang, dan tanaman berdaun lebar, yang merupakan jenis tanaman yang menjadi makanan utama belalang. Karena populasinya yang melimpah, masyarakat setempat kemudian menangkap belalang untuk dijadikan cemilan dan diperjualbelikan di pasar lokal.
Belalang goreng khas Pecatu diolah dengan cara digoreng kering hingga renyah, lalu dibumbui dengan berbagai rempah. Namun, tidak semua jenis belalang bisa dikonsumsi. Jenis yang umum dikonsumsi adalah belalang kayu (locusta migratoria) dan belalang hijau (oxya chinensis). Sebelum digoreng, belalang dibersihkan terlebih dahulu dengan membuang bagian jeroan, sayap, dan kaki berduri.
Seiring waktu dan perkembangan wilayah, kebiasaan mengkonsumsi belalang ini mulai jarang ditemukan. Padahal, selain cita rasa yang unik, belalang goreng menyimpan banyak manfaat kesehatan.
Mengutip berbagai sumber, belalang diketahui memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, terutama protein yang bahkan melebihi kandungan pada daging. Selain itu, belalang juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti zinc, zat besi, kalsium, magnesium, vitamin B1, B2, B5, B7, B9 (asam folat), dan B12.
Vitamin B1 dan B12, misalnya, berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem saraf dan kognitif. Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan gangguan transmisi informasi di otak, sementara B12 membantu pembentukan mielin yang melindungi saraf.
Belalang juga kaya akan lemak tak jenuh yang menyehatkan dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat serta meredakan peradangan. Kandungan lemaknya bahkan menyaingi beberapa makanan sehat lain seperti alpukat dan kacang-kacangan.
Selain itu, kitin dalam tubuh belalang memiliki sifat antibakteri, dan senyawa antioksidan seperti beta-karoten dan vitamin E dalam belalang berpotensi mencegah penyakit kronis serta menjaga kesehatan kulit dan rambut.
Belalang juga merupakan sumber energi tinggi, bahkan mengalahkan sereal seperti gandum. Hal ini membuatnya menjadi alternatif makanan fungsional yang bergizi dan ramah lingkungan. (BC5)















