Akademisi Dorong Pengembangan Destinasi Wisata Baru di Bali

0
272
Wisata
Ida Bagus Putu Puja. (ist)

Denpasar, balibercerita.com –
Upaya promosi pariwisata Bali dinilai perlu terus ditingkatkan seiring dengan pengembangan destinasi wisata baru yang dapat menarik minat wisatawan. Hal ini disampaikan Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, Ida Bagus Putu Puja.

Dirinya pun menegaskan pentingnya inovasi destinasi sebagai bagian dari strategi memperkuat daya tarik Pulau Dewata di mata dunia. “Kami dari akademisi sangat mendukung adanya destinasi pariwisata yang baru dalam mempromosikan Bali,” ujar Puja usai menghadiri kegiatan pelatihan di Denpasar, Senin (16/6).

Baca Juga:   Rayakan Pergantian Tahun, GWK akan Hadirkan Pesta Kembang Api Terbesar

Menurutnya, Bali memiliki potensi besar untuk terus tumbuh sebagai destinasi wisata unggulan, tidak hanya mengandalkan popularitas yang sudah ada, tetapi juga dengan menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan. Ia menilai pengembangan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari promosi yang berkelanjutan dan penanganan berbagai tantangan di lapangan.

Di antara tantangan yang disebutkan, kemacetan dan masalah sampah menjadi dua isu utama yang perlu segera ditangani demi menciptakan citra positif pariwisata Bali. Puja mengungkapkan bahwa Poltekpar Bali telah melakukan kajian mendalam terkait kemacetan dan menurunnya okupansi di sejumlah kawasan wisata, yang saat ini tengah didesiminasikan ke Kementerian Pariwisata. “Hasilnya juga sudah selesai, dan saat ini sedang dalam proses desiminasi di kementerian pariwisata,” ujarnya.

Baca Juga:   Sambut Valentine dan Imlek, ITDC Tawarkan Program Tematik

Sementara, untuk isu lingkungan seperti sampah, Puja menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata. Ia mencontohkan inisiatif yang telah dilakukan di lingkungan kampus Poltekpar Bali sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan destinasi.

Baca Juga:   Bupati dan Wabup Badung Turun Langsung Awasi Kos-kosan yang Ditempati WNA

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi semua stakeholder harus terlibat menyelesaikan permasalahan ini. Ini juga sudah kami lakukan mulai dari kampus,” tambah pria kelahiran Ubud tersebut. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini