Banjir Lumpuhkan Fasilitas Publik dan Usaha di Kuta

0
323
Banjir
Kendaraan roda empat terjebak banjir di Underpass Dewa Ruci. (ist)

balibercerita.com –
Hujan deras dengan durasi panjang disertai meningkatnya debit air di Tukad Mati dan Tukad Badung memicu banjir di sejumlah ruas wilayah Kecamatan Kuta, Rabu (10/9). Sejumlah kawasan terdampak berada di sepanjang bantaran Tukad Mati, mulai dari Seminyak hingga Legian.

Banjir juga merendam Jalan Sunset Road, dari depan RS Siloam hingga Grahadi Bali. Kondisi terparah terjadi di terowongan Underpass Dewa Ruci. Air setinggi setengah badan terowongan membuat akses lumpuh total, bahkan beberapa kendaraan roda empat tampak mengambang terjebak banjir.

Baca Juga:   Badung Promo Tani, Wujud Dukungan Pemkab ke Petani Lokal

Sekretaris Kecamatan Kuta, Made Agus Suantara menjelaskan, banjir terjadi di beberapa wilayah yang dilintasi aliran Tukad Mati. “Daerah yang paling parah di Jalan Dewi Sri, Legian,” ungkapnya.

Selain Jalan Dewi Sri, titik banjir juga ditemukan di Jalan Blongkeker Seminyak serta dekat Lapangan Samudra Kuta.

Lurah Legian, Putu Eka Martini menyebut Jalan Dewi Sri menjadi kawasan terdampak paling luas. Banjir terjadi di seluruh jalan Dewi Sri, baik jalan utama maupun jalan lingkungan. Level air tertinggi ada di Jalan Dewi Sri 4, Jalan Prajanata, Jalan Sri Rejeki, Dewi Sri 8, dan Jalan Nakula. “Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa,” terangnya.

Baca Juga:   Selama 8 Hari, Banjir Rob Berpotensi Terjadi di 26 Wilayah di Bali 

Akibat banjir, aktivitas usaha masyarakat hingga akomodasi wisata di Legian lumpuh. Sejumlah tamu dan wisatawan sempat meminta dievakuasi karena terjebak banjir. Mereka kemudian diungsikan sementara ke lokasi yang lebih aman.

Diketahui, banjir mulai terjadi sekitar pukul 04.00 Wita, ketika aliran sungai meluap seiring derasnya hujan. Debit air terus meningkat hingga sekitar pukul 09.00–10.00 Wita, sebelum akhirnya berangsur surut pada sore hari.

Baca Juga:   Mediasi Pensiunan dengan Manajemen Perumda Mangu Giri Sedana Kembali Tanpa Hasil

Penanganan dilakukan secara terpadu oleh Pemkab Badung, Balai Besar Wilayah Sungai (BWS), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta Dinas PUPR yang mengoperasikan pompa portabel dan membersihkan drainase. “Kondisi saat ini sudah mulai surut, setelah dilakukan penyedotan air dan pembersihan saluran,” jelas Putu Eka Martini. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini