Denpasar, balibercerita.com –
Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Bali pada Minggu (6/7), menyebabkan banjir di sejumlah titik. Curah hujan tinggi yang tidak tertampung oleh saluran air memicu luapan air, terutama di wilayah Bali Barat.
Berdasarkan data Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Bali, hujan dengan intensitas sangat lebat tercatat terjadi di Jembrana, dengan curah hujan mencapai 118 mm dalam satu hari. Angka tersebut masuk dalam kategori hujan sangat lebat.
Prakirawan cuaca BBMKG Wilayah III Bali, Putu Agus Dedy Permana menjelaskan, curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh beberapa faktor atmosfer. Diantaranya, aktivitas gelombang ekuator seperti gelombang Kelvin dan Rossby meningkatkan pembentukan awan konvektif pemicu hujan. Selain itu, lemahnya Monsun Australia meningkatkan kelembaban udara di wilayah Indonesia, termasuk Bali. Maupun suhu muka laut yang lebih hangat dari biasanya di sekitar perairan Bali juga berkontribusi terhadap peningkatan penguapan dan pembentukan uap air di atmosfer. “Memang hujan kemarin menjadi yang tertinggi selama seminggu terakhir,” ungkapnya.
Pengamatan dari beberapa stasiun meteorologi di Bali menunjukkan peningkatan signifikan curah hujan pada Minggu (6/7). Hampir semua stasiun pengamatan menunjukan hujan mengguyur Bali tergolong lebat, yaitu dengan intensitas 50 mm – 100 mm sehari. Wilayah Bali Barat menjadi kawasan yang paling terdampak akibat intensitas hujan yang sangat lebat. Stasiun Meteorologi Ngurah Rai mencatat curah hujan sebesar 72,6 mm/hari, masuk kategori hujan lebat. Sementara di Stasiun Sanglah tercatat 61,2 mm/hari, dan di Stasiun Klimatologi Bali, Jembrana, mencapai 118 mm/hari.
Selain Bali Barat, potensi hujan lebat juga terpantau di wilayah Bali Tengah dan Bali Timur, terutama di daerah dataran tinggi. Namun, karena keterbatasan jumlah stasiun pengamatan di wilayah tersebut, data hanya diperoleh dari pos hujan.
BBMKG memprediksi intensitas hujan di Bali akan mulai menurun dalam beberapa hari ke depan. Namun, potensi hujan ringan masih tetap ada, mengingat Bali sedang menuju masa transisi ke musim kemarau. “Meski memasuki musim kemarau, hujan ringan tetap berpeluang terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, kecepatan angin di wilayah Bali selatan juga mengalami peningkatan. Dari pengamatan Stasiun Meteorologi Ngurah Rai, kecepatan angin tercatat mencapai 21 knot. Kondisi ini berpotensi memicu gelombang laut setinggi 2 meter atau lebih di perairan selatan Bali. (BC5)



















