Beranda Umum Bahlil Tegaskan Krisis BBM di Bali Akibat Keterlambatan Distribusi

Bahlil Tegaskan Krisis BBM di Bali Akibat Keterlambatan Distribusi

0
Bahlil BBM di Bali
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia didampingi Gubernur Koster dan Dirut Pertamina memberikan keterangan pers usai pertemuan di PT Pertamina Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10). (ist)

balibercerita.com –
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memulihkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Bali yang sempat mengalami keterlambatan distribusi. Saat ini, ketahanan cadangan BBM di Pulau Dewata telah melesat hingga 11–12 hari, dari yang sebelumnya sempat merosot ke level 3–4 hari. Cadangan BBM bahkan ditargetkan terus melambung hingga 15 hari.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat meninjau langsung PT Pertamina Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10). Kunjungan tersebut dilakukan bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, Kapolda Bali, Kapendam, serta jajaran direksi PT Pertamina (Persero) untuk menuntaskan hambatan logistik pasokan BBM di Bali.

Bahlil membeberkan, penurunan cadangan yang sempat terjadi di Bali beberapa hari terakhir murni dipicu oleh kendala teknis armada pengangkut dari Pulau Jawa. “Untuk di Provinsi Bali, beberapa hari kemarin terjadi penurunan cadangan menjadi sekitar 3 sampai 4 hari karena ada keterlambatan kapal yang membawa BBM dari Jawa ke Bali,” ujar Bahlil di hadapan awak media.

Baca Juga:   Jaga Tumbuh Kembang Anak, Bangun Kedekatan dan Lakukan Kebiasaan Ini 

Meski sempat mengalami gangguan internal pada rantai pasok Pertamina, langkah taktis antarlembaga berhasil mengurai penumpukan distribusi secara signifikan. Dalam rapat koordinasi darurat, pemerintah bersama Pertamina menyepakati lonjakan kapasitas cadangan guna menjamin kepastian stok energi masyarakat.

“Tadi kami rapat koordinasi dengan Pertamina. Untuk cadangan di wilayah Bali rata-rata sudah mencapai 11 sampai 12 hari. Jadi alhamdulillah, penyaluran untuk di sini sudah bisa diatasi,” ungkap Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil merinci, daya tampung ketahanan energi Bali disokong oleh dua fasilitas penampungan (storage) utama yakni Integrated Terminal (IT) Manggis di Karangasem dengan kapasitas di atas 11 hari cadangan serta Fuel Terminal Sanggaran di Denpasar yang berkapasitas 4 hingga 5 hari cadangan.

Baca Juga:   Jumbara V PMR PMI Provinsi Bali Resmi Dibuka

Guna memperkuat ketahanan pasokan di masa mendatang dan mencegah terulangnya antrean, Kementerian ESDM menginstruksikan Pertamina untuk menambah armada kapal tanker pengangkut dari 3 unit menjadi 7 unit kapal, sekaligus menaikkan standar cadangan minimum.

“Dalam rangka mempercepat proses ini, saya meminta Pertamina menaikkan status cadangan yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari. Saat rapat di Jakarta Kamis sore lalu, saya juga meminta percepatan distribusi dari Jawa ke Bali. Kapal yang tadinya hanya 3 armada, sekarang sudah melayani 7 kapal, sehingga antrean bisa kita urai perlahan-lahan,” tegasnya.

Di tingkat nasional, Bahlil memastikan ketahanan BBM Indonesia dalam kondisi sangat aman. Cadangan BBM jenis Pertalite (RON 90) secara nasional tercatat berada di kisaran 16 hingga 18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya rata-rata berada di atas 20 hari atau di atas standar minimum nasional.

Baca Juga:   Sekda Adi Arnawa Salurkan Bantuan Stimulan untuk Masyarakat Terdampak  Bencana<br>

Menteri Bahlil menekankan bahwa kendala teknis logistik ini menjadi bahan evaluasi dan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, daerah, serta aparat keamanan. “Memang ini kejadian teknis yang terjadi pada manajemen internal arus logistik pada Pertamina. Ternyata itu menjadi bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama,” tambah Bahlil.

Mengakhiri keterangannya, Bahlil menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat serta kerja sama solid dari jajaran Pemerintah Provinsi Bali, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pasokan energi di Bali. “Saya secara pribadi dan sebagai Menteri ESDM mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur, Pak Kapolda, jajaran TNI-Polri, dan semua masyarakat yang telah menjalankan kerja sama yang baik dalam rangka mengurai masalah ini,” tutup Bahlil. (BC18)