Beranda Umum Dirut Pertamina Minta Maaf Atas Kelangkaan BBM di Bali, Janji Tak akan...

Dirut Pertamina Minta Maaf Atas Kelangkaan BBM di Bali, Janji Tak akan Terulang

0
Antrean BBM di Bali
Dari kanan, Dirut Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dan Gubernur Bali, Wayan Koster. (ist)

balibercerita.com –
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Bali atas gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU selama sepekan terakhir. Pertamina berjanji melakukan evaluasi menyeluruh serta membenahi sistem distribusi energi agar krisis serupa tidak terulang di masa mendatang.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Simon dalam konferensi pers bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dan Gubernur Bali, Wayan Koster di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10).

“Atas nama Pertamina Group sebagai Direktur Utama, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” ujar Simon di hadapan awak media usai rapat koordinasi.

Baca Juga:   Dua Jenazah Ditemukan di Selatan Selat Bali, Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian di Sektor Selatan

Ia mengapresiasi jajaran Pemprov Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta personel TNI dan Polri yang turut mengamankan operasional SPBU hingga membantu penyaluran mobil tangki. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan kebijakan serta bantuan selama masa pemulihan pascaantrean BBM di wilayah Bali,” tutur Simon.

Ia secara khusus menyoroti peran proaktif jajaran aparat keamanan dalam mengawal stabilitas pasokan di lapangan, mengingat BBM merupakan kebutuhan mendasar bagi penggerak roda ekonomi daerah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI dan Kepolisian atas dukungan yang diberikan. Energi adalah denyut nadi perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya,” tambah Simon.

Baca Juga:   ITDC Borong Empat Penghargaan ESG 2025

Komitmen pemulihan Pertamina kini menjadi fokus utama, terutama dalam memastikan kepastian jadwal kedatangan kapal, efisiensi bongkar muat di terminal BBM, hingga efektivitas penyaluran ke setiap SPBU. Langkah ketat ini diharapkan tidak hanya mengakhiri antrean kendaraan, tetapi juga menjamin keandalan distribusi energi jangka panjang bagi masyarakat, dunia usaha, dan sektor pariwisata Bali.

“Sekali lagi, terima kasih atas dukungan, pengertian, kesabaran, dan dukungan yang diberikan masyarakat Bali kepada Pertamina. Matur suksma kepada seluruh masyarakat Bali,” pungkas Simon.

Gangguan pasokan BBM di Pulau Dewata yang terjadi sejak Senin (12/10) tersebut ditengarai akibat keterlambatan jadwal kapal pengangkut dari Pulau Jawa. Terhambatnya rantai pasok ini sempat memangkas ketahanan cadangan BBM di Bali hingga tersisa untuk tiga sampai empat hari operasional saja.

Baca Juga:   Rangkaian Bhaskara Budaya, APHB Gelar Dharma Sewanam Kepada Masyarakat Buleleng

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa persoalan tersebut bersumber dari masalah teknis manajemen logistik internal Pertamina. Sebagai langkah tanggap darurat, pemerintah mempercepat pemulihan dengan menambah armada kapal pengangkut BBM rute Jawa–Bali dari tiga menjadi tujuh unit.

“Cadangan BBM Bali kini sudah kembali diperkirakan mencapai 11 hingga 12 hari. Kami meminta Pertamina terus meningkatkan ketahanan stok hingga 15 hari guna memperkuat ketersediaan pasokan,” kata Bahlil.

Di sisi lain, Gubernur Bali, Wayan Koster mengonfirmasi bahwa antrean kendaraan di SPBU mulai berangsur melandai. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali memutuskan memperpanjang kebijakan pembatasan lalu lintas ganjil-genap hingga Jumat (23/10) guna menjaga kelancaran lalu lintas armada distribusi dan mencegah timbulnya antrean susulan. (BC18)