balibercerita.com –
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2025–2026 di Bali akan berbeda dengan kondisi rata-rata klimatologis 1991–2020. Dari 20 Zona Musim (ZOM) yang ada di Bali, sebanyak 8 ZOM (40 persen) diperkirakan maju lebih cepat, 6 ZOM (30 persen) sama dengan rata-rata, dan 6 ZOM (30 persen) mundur lebih lambat.
Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Al Roniri menjelaskan bahwa variasi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer serta kondisi fisis yang terus berkembang. “Tidak semua wilayah mengalami musim hujan pada waktu yang sama. Ada yang lebih cepat dari biasanya, ada juga yang justru mundur,” jelasnya belum lama ini di Kuta.
Data BMKG menunjukkan, wilayah yang diperkirakan mengalami hujan lebih awal di antaranya meliputi Bangli bagian selatan, Karangasem bagian selatan, dan Klungkung bagian utara. Sementara beberapa daerah lain tetap masuk musim hujan sesuai rata-ratanya, dan sebagian wilayah perkotaan serta pesisir Bali justru diprediksi lebih lambat.
Perbandingan ini menjadi penting bagi pemerintah daerah maupun masyarakat untuk mengantisipasi dampak, terutama di sektor pertanian, air bersih, dan pengendalian bencana. (BC5)



















