Antara FOMO dan JOMO: Hidup di Era Takut Ketinggalan vs Nikmatnya Nggak Ikut Arus

0
194
FOMO
Ilustrasi FOMO dan JOMO. (ist)

balibercerita.com –
Pernahkah kamu merasa cemas ketika melihat teman-temanmu membuat story di medsos saat konser, nongkrong di tempat hits, atau liburan ke destinasi yang lagi viral? Kalau iya, kamu sedang terserang fenomena yang lagi umum banget di era digital, FOMO alias fear of missing out yaitu rasa takut ketinggalan yang diam-diam jadi gaya hidup banyak orang.

Di dunia yang serba cepat ini, semuanya terasa seperti lomba tanpa garis finis. Setiap kali membuka media sosial, ada saja hal baru yang lagi heboh seperti tren fashion, kafe kekinian, promo kilat, atau event besar yang katanya “nggak boleh dilewatin.” Rasanya kalau nggak ikut, dunia bisa berakhir.

Baca Juga:   Sambut Pergantian Tahun, Vue Canggu LV8 Resort Hotel Tawarkan Pesta Meriah “Twilight of the Sea”

Padahal, di balik semua momen yang tampak sempurna di layar, banyak orang justru kelelahan karena selalu ingin terlibat. FOMO bikin kita ingin selalu up to date, takut salah langkah, dan khawatir ketinggalan dari lingkaran sosial. Akibatnya, waktu yang seharusnya bisa dinikmati malah habis buat scrolling tanpa henti.

Menariknya, dari kelelahan digital itu, lahirlah tren kebalikannya yaitu JOMO (joy of missing out). Kalau FOMO bikin cemas karena nggak ikut, JOMO justru ngajak kita menikmati ketenangan karena nggak semua hal perlu diikuti.

Baca Juga:   Implementasi Smart Lighting di The Nusa Dua Ditarget Rampung dalam Dua Tahun

JOMO adalah seni menikmati momen dengan sadar. Nggak panik kalau nggak tahu gosip terbaru, nggak merasa bersalah kalau melewatkan acara viral, dan nggak perlu selalu online biar dianggap eksis. Intinya, take a break and breathe.

Banyak anak muda mulai memilih jalur JOMO setelah merasa jenuh dengan tekanan digital. Mereka mulai melakukan digital detox, “weekend tanpa HP”, atau sekadar menikmati waktu santai tanpa kamera. Kopi diminum, bukan difoto dulu. Mata melihat langit, bukan layar.

Baca Juga:   Mengenal Pelopor Sandal Tri Ring Teva, Diklaim Tahan Hingga 10 Tahun

Kalau FOMO membuat kita ingin selalu terhubung dengan semua orang, JOMO justru mengajarkan pentingnya terhubung dengan diri sendiri. Nggak apa-apa ketinggalan, karena yang penting, kamu tetap hadir di kehidupanmu sendiri.

Hidup di era digital memang menggoda untuk selalu cepat dan ramai, tapi nggak ada salahnya melambat. Kadang, yang kita cari di layar sebenarnya ada di sekitar kita, cuma perlu sedikit waktu tanpa distraksi untuk benar-benar melihatnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini