Agus Harimurti Yudhoyono Dorong Kolaborasi Hijau di Bali Lewat Green Infrastructure Initiative

0
128
Agus Harimurti
Penanaman pohon di kawasan Batu Lumbang sebagai bagian dari program Green Infrastructure Initiative. (ist)

balibercerita.com –
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Gubernur Bali, Wayan Koster melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di kawasan Batu Lumbang sebagai bagian dari program Green Infrastructure Initiative (GII) pada Senin (13/10). Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan berbagai kementerian dan lembaga, antara lain dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta mitra kerja dari pemerintah Jerman melalui GIZ.

Dalam sambutannya, AHY menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur yang selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. “Hari ini kita kawal Green Infrastructure Initiative, sebuah program kerja sama untuk menghadirkan infrastruktur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Di Batu Lumbang ini, kita tidak hanya menanam mangrove, tetapi juga membersihkan area dari sampah, terutama plastik non-organik,” ujar AHY.

Baca Juga:   Pemkab Badung Rancang Integrasi CCTV dengan Pihak Swasta

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bagian dari kampanye besar untuk melindungi alam dan menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di Bali yang menjadi pusat pariwisata dan ekonomi kreatif nasional. “Kalau bukan kita, siapa lagi? Di tengah upaya memajukan negeri, kita harus tetap mengutamakan pelestarian lingkungan,” tegasnya.

AHY juga menekankan pentingnya mangrove sebagai solusi berbasis alam (nature-based solution) untuk mitigasi perubahan iklim. Ia menyebut, beberapa jenis mangrove terbukti mampu menyerap karbon hingga sepuluh kali lebih baik dibanding tanaman lainnya. “Selain mencegah abrasi, mangrove juga memiliki potensi ekonomi. Tadi saya menerima produk hasil olahan mangrove dari komunitas istri nelayan, ada minuman segar, makanan, hingga produk alami yang layak dipasarkan,” ungkapnya.

Baca Juga:   Gol Tunggal Privat Mbarga Bawa Bali United Raih Kemenangan

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh pihak yang telah membangun kerja sama dalam menjaga ekosistem pesisir. “Mari terus bangun kolaborasi ini agar masyarakat semakin berdaya, menghasilkan sesuatu yang bernilai, sekaligus menjaga lingkungan hidup kita,” tambah AHY.

Usai menelusuri kawasan wisata hutan mangrove, AHY menyampaikan kesannya bahwa pelestarian lingkungan tidak cukup hanya dengan wacana. “Kita tidak bisa hanya berkata-kata, tetapi harus melakukan sesuatu. Ini bagian penting dari kebijakan pemerintah untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” ucapnya.

Baca Juga:   BKS-LPD Kabupaten Badung Periode 2023-2028 Dikukuhkan 

Ia pun mengingatkan pentingnya tata ruang sebagai acuan utama dalam pembangunan. “Tata ruang harus menjadi panglima. Wilayah yang sudah ditetapkan tidak boleh dibangun harus tetap dilestarikan. Jika diabaikan, bisa menimbulkan bencana seperti banjir dan kerusakan lingkungan yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

AHY mengajak seluruh elemen, termasuk komunitas nelayan dan masyarakat sekitar, untuk bersama menjaga hasil kerja yang sudah dicapai. “Percuma kita sudah melakukan hal positif, tapi tidak dijaga dengan baik. Mari kita rawat bersama agar manfaatnya berkelanjutan bagi lingkungan dan generasi mendatang,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini