Masyarakat Diimbau Tunda Perjalanan Ke Luar Negeri

0
278
Omicron
Tangkapan layar konferensi pers hasil evaluasi PPKM, Senin (27/12). (ist)

Jakarta, balibercerita.com –   

Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin pada konferensi pers secara daring mengenai hasil evaluasi PPKM, Senin (27/12), mengatakan, ada empat taktik utama dalam menangani varian Omicron yaitu protokol kesehatan, surveilans (3T), vaksinasi, dan perawatan. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ke luar negeri dahulu, karena sudah terbukti varian Omicron dibawa dari luar negeri. Banyak masyarakat yang terjangkit pascamelakukan perjalanan dari luar negeri.

Khusus terkait karantina, Menkes Budi meminta dengan sangat agar para PPLN patuh supaya mencegah 270 juta masyarakat Indonesia lain terjangkit varian Omicron. Ia juga meminta agar masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sebab, sejauh ini masih banyak yang tidak disiplin dalam mengimplementasi tindakan pencegahan tersebut.

Baca Juga:   Hujan Mulai Pengaruhi Kondisi Jalan di Kuta

Untuk melakukan deteksi cepat di pintu-pintu kedatangan luar negeri, pemerintah akan menggunakan  teknologi baru dalam penggunaan PCR yang dapat mendeteksi Covid-19 varian Omicron. Pihaknya juga telah membeli genome sequencing baru, yang akan masuk pada awal tahun depan dan akan disebarkan secara luas di seluruh Indonesia.

Baca Juga:   Masyarakat Diperbolehkan Buka Masker di Ruang Terbuka

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan terus memperkuat testing dan tracing untuk mengidentifikasi potensi penyebaran kasus dengan cepat. Pasalnya, Varian Omicron banyak teridentifikasi OTG, sehingga tracing menjadi kunci penting. Langkah lockdown di level mikro, seperti yang dilakukan di Wisma Atlet, dapat diimplementasikan seandainya transmisi lokal Omicron terdeteksi melalui metode tersebut.

Dijelaskannya, sejauh ini capaian vaksinasi juga telah menunjukkan angka yang baik. Vaksinasi dosis 1 dan 2 di Jawa-Bali masing-masing telah mencapai lebih dari 80 persen dan 60 persen. Namun masih ada beberapa daerah yang vaksinasi dosis 1 di bawah 50 persen.

Baca Juga:   Desa Adat Gelar Sidak, Pastikan Kuta Tetap Aman dan Tertib

Untuk itu, pihaknya terus mendorong peningkatan vaksinasi demi memaksimalkan tingkat kekebalan masyarakat. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga diri, sehingga angka kasus tetap rendah dan tidak terjadi gelombang baru. “Kolaborasi seluruh elemen bangsa, saling mengingatkan, berdoa dan berusaha bersama, serta tidak saling egois menjadi kunci kita untuk menyelesaikan permasalahan pandemi ini,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini