Mangupura, balibercerita.com –
Industri perasuransian Indonesia tengah berupaya keras untuk membalikkan krisis kepercayaan publik yang selama ini membayangi sektor ini. Indonesia Insurance Summit (IIS) 2025 yang resmi dibuka, Kamis (22/5), di Nusa Dua menjadi titik balik penting, menandai komitmen kolektif industri untuk menghadirkan layanan yang lebih transparan, berintegritas, dan relevan bagi masyarakat.
Diinisiasi oleh Dewan Asuransi Indonesia (DAI) bersama lima asosiasi anggotanya, acara ini mengusung tema “Reimagining the Future of Insurance: Innovation for a Sustainable Future”. Lebih dari sekadar ajang seminar, IIS 2025 menjadi panggung bagi para pelaku industri untuk menunjukkan keseriusan dalam berbenah, khususnya dalam membangun ulang kepercayaan masyarakat terhadap asuransi.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menekankan bahwa industri perasuransian memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional, asalkan mampu membangun kembali kepercayaan publik yang selama ini terkikis. “Kepercayaan adalah fondasi dari asuransi. Inovasi, edukasi, dan integritas harus berjalan beriringan untuk menghadirkan industri yang bukan hanya tumbuh, tetapi juga dipercaya,” tegas Mahendra.
Hal senada disampaikan Ketua Umum DAI, Yulius Bhayangkara, yang menyebut IIS 2025 sebagai ajakan kolektif untuk berpikir ulang dan bekerja lebih cerdas dalam membentuk industri yang inklusif dan berdampak. “Yang terpenting, kita mulai memulihkan dan membangun kembali kepercayaan publik melalui transparansi, akuntabilitas, dan inovasi,” ungkapnya.
Dengan lebih dari 700 peserta dan 30 narasumber nasional dan internasional, forum ini membedah berbagai isu strategis, mulai dari roadmap industri, integrasi ESG, digitalisasi, hingga tantangan sumber daya manusia. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan poin pengembangan profesional sebagai wujud komitmen terhadap penguatan kualitas SDM, sejalan dengan regulasi terbaru POJK 34/2024.
IIS 2025 bukan sekadar konferensi, melainkan simbol perubahan arah industri, dari defensif menjadi progresif. Transformasi kepercayaan ini diharapkan menjadi pondasi utama dalam menciptakan industri asuransi yang tidak hanya adaptif dan inovatif, tetapi juga dipercaya kembali oleh masyarakat luas. (BC5)
















