Beranda Sejarah Rencana Pengisian Museum Taman Perdamaian Bali Terus Dimatangkan

Rencana Pengisian Museum Taman Perdamaian Bali Terus Dimatangkan

0
Museum Taman Perdamaian Bali
Proyek Museum Taman Perdamaian Bali. (ist)

balibercerita.com –
Pengisian materi Museum Taman Perdamaian Bali masih dalam tahap penyamaan persepsi. Selain menyiapkan dokumentasi sejarah, pemerintah daerah membuka ruang keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pihak-pihak yang berkaitan dengan tragedi yang menjadi latar belakang pembangunan museum tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana mengatakan, materi yang akan disajikan harus disusun dengan memperhatikan tujuan pembangunan museum dan standar permuseuman. Hal ini penting agar museum tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi mampu menyampaikan informasi sejarah sekaligus nilai-nilai perdamaian kepada masyarakat.

Baca Juga:   E-Kinerja ASN Badung Mulai Diuji September, Target Poin Masih Dikaji

“Kita masih menyamakan persepsi untuk pengisian. Namun, kita tetap membuka ruang intervensi, baik dari unsur pemerintah maupun lembaga lain yang memang memiliki kontribusi,” ujarnya belum lama ini.

Menurut Sukadana, dokumentasi peristiwa, termasuk arsip dan video, menjadi bagian penting dalam pengisian museum. Berdasarkan informasi yang diterima, data terkait telah tersimpan di Dinas Kearsipan Kabupaten Badung. Materi tersebut nantinya menjadi bagian dari upaya menyajikan sejarah secara terarah dan sesuai dengan standar museum.

Pemerintah juga membuka peluang keterlibatan berbagai pihak dalam penyempurnaan isi museum. Sukadana menilai partisipasi tersebut diperlukan untuk mendukung tujuan pembangunan museum, termasuk memperkuat pesan toleransi tanpa membedakan ras, suku, dan agama.

Baca Juga:   Bertambah, Rute Penerbangan dari Australia ke Bali

Secara konseptual, museum ini mengusung tema Samsara, yakni siklus kelahiran, kehidupan, dan kematian. Tema tersebut akan diterjemahkan melalui penataan ruang di bagian depan, tengah, dan belakang bangunan, sekaligus menggambarkan refleksi atas tragedi dan semangat membangun kembali perdamaian.

Di sisi pengelolaan, museum juga direncanakan melibatkan masyarakat dalam pemeliharaan dan pengembangannya. Pemerintah daerah membuka kemungkinan menjadikannya unit pelaksana teknis (UPT) di bawah dinas, yang selanjutnya berpeluang dikembangkan menjadi badan layanan umum daerah (BLUD).

Baca Juga:   Hilang Melaut di Perairan Pulukan, Jasad Nelayan Jembrana Ditemukan di Pantai Banyuwangi

Sementara itu, pembangunan fisik museum masih berlangsung dengan progres keseluruhan mencapai 30 persen dan pekerjaan struktur sekitar 20 persen. Penyelesaian bangunan beserta fasilitas pendukung, seperti videotron, video wall, genset, lift, serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing, ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026. “Astungkara, sesuai dengan kurva S yang direncanakan, akhir Desember ini kelar,” kata Sukadana. (BC5)