Beranda Ekonomi Dari Tukang Batu ke Peternak, KUR BRI Bantu Warga Bunutin Bangun Usaha...

Dari Tukang Batu ke Peternak, KUR BRI Bantu Warga Bunutin Bangun Usaha Sampingan

0
Batu alam
Warga Bunutin tengah menggarap batu alam. Selain bekerja sebagai tukang batu alam, sebagian pekerja memiliki usaha sampingan beternak dengan dibantu permodalan KUR BRI. (ist)

balibercerita.com – 

Pekerjaan sebagai tukang batu alam bukan menjadi satu-satunya sumber penghasilan bagi sejumlah warga Banjar Dukuh, Desa Bunutin, Bangli. Di sela-sela kesibukan bekerja, mereka mengembangkan usaha peternakan di rumah dengan memanfaatkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Usaha memelihara sapi dan babi dipilih sebagai sumber pendapatan tambahan karena dapat dijalankan secara bertahap tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama. 

 

Seperti I Nengah Mudiarsa, pemilik usaha batu alam tempat sejumlah warga bekerja, yang turut mendorong pekerjanya agar memiliki kegiatan usaha yang bisa menjadi penopang ekonomi keluarga. Menurutnya, peternakan menjadi salah satu pilihan yang relatif mudah dikembangkan karena dapat dikelola dari rumah.

 

“Kalau punya usaha sambilan, penghasilan jangan sampai habis untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa disisihkan untuk usaha, misalnya ternak,” ujar Mudiarsa.

 

Dorongan tersebut dimanfaatkan para pekerja dengan mengakses KUR BRI untuk membeli bibit ternak dan mengembangkan usaha. Bahkan, sebagian pekerja telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut lebih dari sekali, menyesuaikan kebutuhan modal usaha masing-masing.

Baca Juga:   Fraksi Gerindra Soroti Serapan APBD Badung 2025 Rendah dan Silpa Rp1,19 Triliun

 

Salah satunya adalah Wayan Budiasa. Selain menjadi tukang batu alam, ia menjalankan kegiatan pertanian dan peternakan untuk menambah pemasukan keluarga. “Selain kerja di sini, saya punya usaha lain seperti pertanian, sawah, memelihara sapi dan babi. Itu untuk menunjang kehidupan dan menanggung beban anak-anak,” katanya.

 

Budiasa tercatat sudah tiga kali menggunakan KUR BRI. Pada pembiayaan pertama, ia mendapatkan sekitar Rp25 juta. Sementara, pada dua pembiayaan berikutnya, masing-masing nilainya sekitar Rp50 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli bibit sapi dan babi sekaligus menunjang pengembangan usaha peternakan yang dijalankannya di rumah.

 

Dalam perkembangannya, Budiasa kini lebih memilih berkonsentrasi pada pemeliharaan sapi. Ia sebelumnya juga memelihara babi, tetapi untuk sementara menghentikan usaha tersebut dan lebih fokus menjaga kebersihan kandang. Sapi-sapi yang dipelihara kemudian dirawat hingga mencapai ukuran yang dinilai layak untuk dijual. Salah satu sapi betina miliknya pernah laku dengan harga sekitar Rp9 juta hingga Rp10 juta.

Baca Juga:   Ekspor Bali Turun 2,55 Persen, GPEI Minta Pengurus Baru Tancap Gas

 

Pendapatan dari penjualan ternak tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Sebagian kembali diputar untuk mengembangkan usaha, sementara sisanya membantu membiayai kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan anak.

 

Budiasa menilai peternakan cukup efektif sebagai usaha tambahan karena bisa dilakukan tanpa mengorbankan pekerjaan utamanya sebagai tukang batu alam. “Kalau untuk sambilan, sudah dapat untung dari harga jualnya, pakan sudah terganti, sisanya untuk kebutuhan keluarga,” kata pria tiga anak itu.

Baca Juga:   Di Badung, Kos-kosan Melebihi Sembilan Kamar Dipastikan Kena Pajak 

 

Sementara itu, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya mengatakan, BRI terus mendorong pelaku usaha mikro dan kecil agar memanfaatkan pembiayaan secara tepat guna untuk memperkuat kegiatan usaha. Menurutnya, KUR BRI tidak hanya berfungsi sebagai tambahan modal, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi yang tersedia di lingkungan masing-masing, termasuk peternakan rakyat.

 

“Pembiayaan KUR kami dorong untuk digunakan secara produktif, sehingga tidak hanya membantu menambah modal, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Hery.

 

Pengalaman Budiasa memperlihatkan bagaimana akses pembiayaan dapat dimanfaatkan untuk membangun usaha produktif secara bertahap. Bagi pekerja dengan penghasilan utama dari sektor informal, peternakan menjadi salah satu pilihan untuk menciptakan sumber pendapatan tambahan sekaligus membangun aset ekonomi keluarga. (BC13)