Beranda Olahraga Enam Tahun Berdiri, Perseden Aloemni Rangkul Mantan Pemain hingga Suporter

Enam Tahun Berdiri, Perseden Aloemni Rangkul Mantan Pemain hingga Suporter

0
Perseden Denpasar
Perseden Aloemni menggelar fun footbal di Lapangan Ida Cokorda Pemecutan, Denpasar, Sabtu (19/9). (ist)

balibercerita.com –
Kecintaan terhadap Perseden Denpasar menjadi pengikat bagi sejumlah mantan pemain, suporter, hingga pencinta klub tersebut. Mereka kemudian membentuk Perseden Aloemni sebagai wadah untuk menjaga silaturahmi sekaligus menyalurkan hobi bermain sepak bola.

Komunitas yang berdiri sejak 2020 ini awalnya hanya beranggotakan sekitar 15 orang. Seiring waktu, keanggotaannya bertambah dan kini mencapai sekitar 50 orang. Tidak hanya mantan pemain Perseden yang tergabung, komunitas tersebut juga membuka ruang bagi para suporter dan pencinta Perseden dari berbagai generasi.

Ketua Perseden Aloemni, Anak Agung Ngurah Garga Chandra Gupta atau Turah Mantri mengatakan, komunitas tersebut bermula dari kegiatan fun football yang kemudian berkembang menjadi wadah yang lebih luas. “Awalnya kita hanya fun football. Dalam pelaksanaannya berkembang. Bukan hanya mantan pemain bola, tetapi teman-teman yang fanatik terhadap Perseden juga kita gabungkan,” ujar Turah Mantri di sela-sela kegiatan menyambut HUT Perseden Aloemni ke-6, Sabtu (19/9).

Menurutnya, Perseden Aloemni tidak menerapkan batasan keanggotaan berdasarkan status seseorang sebagai mantan pemain. Siapa pun yang memiliki keterikatan dan kecintaan terhadap Perseden, termasuk suporter maupun mereka yang selama ini mendukung tim, dapat bergabung.

Baca Juga:   Meriahkan HUT Ke-238 Kota Denpasar, 95 Atlet Wushu Bertanding di Wali Kota Cup XVI 2026

Hal tersebut menjadi bagian dari semangat komunitas untuk mempertemukan pencinta Perseden lintas generasi. Turah Mantri yang pernah memperkuat Perseden pada era 1998 menilai, dukungan terhadap sebuah klub tidak hanya datang dari mereka yang pernah mengenakan seragam di lapangan.

“Pokoknya yang fanatik dulu kepada Perseden kita ajak. Kadang orang berpikir, kok dia bukan pemain Perseden dulu? Tapi dia kan suporter Perseden dulu,” paparnya.

Aktivitas sepak bola menjadi kegiatan rutin Perseden Aloemni. Dalam satu bulan, para anggota biasanya menggelar pertandingan sekitar tiga kali. Jadwal bermain dipilih pada hari Sabtu sehingga para anggota masih dapat meluangkan waktu untuk keluarga pada hari Minggu.

Selain pertandingan rutin, komunitas tersebut juga mengadakan tur sepak bola ke sejumlah daerah. Hingga saat ini, Perseden Aloemni telah tujuh kali melakukan tur, dengan perjalanan terjauh mencapai Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Baca Juga:   Ratusan Peselancar dari Berbagai Negara Siap Ikuti Surfing Competition Beachwalk Kuta Fest 2026

Bagi Turah Mantri, agenda tersebut tidak sebatas soal bermain sepak bola. Setiap perjalanan menjadi kesempatan bagi para anggota untuk mempererat hubungan dan membangun kepedulian satu sama lain.

Perseden Aloemni menetapkan 20 September sebagai hari jadi komunitas. Pemilihan tanggal tersebut berkaitan dengan Hari Puputan Badung yang dinilai memiliki makna tersendiri bagi para anggota.

Di luar aktivitas komunitas, sejumlah anggota Perseden Aloemni juga masih terlibat dalam pembinaan sepak bola usia muda. Beberapa diantaranya berprofesi sebagai pelatih aktif, sementara Turah Mantri sendiri memiliki sekolah sepak bola (SSB).

“Pelatih-pelatih yang masih aktif sekarang ikut bergabung. Saya sendiri punya SSB. Pelatih-pelatihnya ada di komunitas kita ini,” ujar pria yang sempat menjabat sebagai Askot PSSI Denpasar tersebut.

Mantan pemain Gelora Dewata tersebut menyebut kecintaannya terhadap Perseden menjadi salah satu alasan dirinya terus menjaga keberadaan komunitas. Perseden Aloemni diharapkan tetap menjadi ruang bagi orang-orang yang memiliki sejarah maupun ikatan dengan Perseden, baik dari dalam maupun luar lapangan.

Baca Juga:   Red Bull Cliff Diving World Series, 24 Atlet Dunia Siap Taklukkan Tebing Broken Beach Nusa Penida

“Komunitas ini menjadi wadah bagi semua yang pernah berada di lapangan maupun di luar lapangan. Kita di sini memiliki satu ikatan yang sama, yakni kecintaan terhadap Perseden Denpasar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor PT Taspen (Persero) Cabang Denpasar, Frans Manaksak Siburian mengapresiasi kekompakan yang terbangun di antara para anggota Perseden Aloemni. Menurutnya, silaturahmi yang tetap terjaga setelah para pemain tidak lagi aktif memperkuat tim merupakan hal yang menarik.

Ia menilai, kondisi tersebut tidak selalu mudah ditemukan karena setelah tidak lagi bermain, para mantan pemain umumnya telah memiliki kesibukan masing-masing. “Sekarang Perseden ini bikin komunitas untuk alumni-alumninya, bisa bergabung, bersilaturahmi lagi, bisa bikin pertandingan-pertandingan fun untuk menjalin silaturahmi, untuk mengenang masa-masa bermain dulu. Ya, kalau tidak ada kendala, kami juga akan mempersiapkan tim untuk sparing dengan alumni Perseden ini ke depannya,” ujar Frans. (BC9)