Orasi Ilmiah: Empat Guru Besar UHN Sugriwa Angkat Persoalan Spiritual, Satwa hingga Pendidikan

0
1
Guru besar UHN Sugriwa
Pengukuhan guru besar UHN Sugriwa. (ist)

balibercerita.com –
Empat guru besar Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengangkat beragam persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dalam orasi ilmiah mereka. Mulai dari kesadaran spiritual, etika terhadap satwa, penggunaan bahasa ibu dalam pendidikan, hingga krisis spiritual di era modern.

Keempat akademisi tersebut dikukuhkan sebagai guru besar dalam Sidang Terbuka Senat UHN Sugriwa di Auditorium Giri Prasta, Kampus UHN Sugriwa Bangli, Selasa (1/9). Mereka adalah Prof. Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D. di bidang Teologi Weda; Prof. Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag. di bidang Acara Agama Hindu; Prof. Dr. Drs. I Nyoman Temon Astawa, M.Pd. di bidang Strategi Pembelajaran Hindu; dan Prof. Dr. Ni Kadek Surpi, S.Pt., M.Fil.H. di bidang Filsafat Ketuhanan Hindu.

Prof. I Ketut Donder dalam orasi ilmiahnya mengangkat tema “Virat Purusatattva: Teologi Kesadaran Jagad Raya dan Implementasinya pada Swadharma Pandita Hindu Bali serta Vibrasi Spiritualnya terhadap Kosmos Bali”. Sementara, Prof. I Made Girinata membahas “Kremasi Binatang Berbasis Ritual di Bali: Penguatan Kesadaran Spiritual dan Etika Hindu terhadap Satwa”. Tema tersebut menyoroti hubungan antara praktik keagamaan, kesadaran spiritual dan etika manusia dalam memperlakukan satwa.

Baca Juga:   Bunda Literasi, Duta Baca, dan Duta Demokrasi Kabupaten Tabanan Dikukuhkan

Berikutnya, Prof. I Nyoman Temon Astawa mengangkat persoalan pendidikan melalui orasi berjudul “Membangun Literasi Bahasa dan Nilai Moral: Evaluasi Penggunaan Bahasa Ibu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama”. Sementara, Prof. Ni Kadek Surpi membawa tema yang berkaitan dengan tantangan kehidupan modern melalui orasi “Ketuhanan sebagai Kesadaran: Rekonstruksi Ontologis Yoga dalam Krisis Spiritual Modern.”

Beragam tema tersebut menunjukkan bahwa pengembangan keilmuan di UHN Sugriwa tidak hanya berkutat pada kajian teoritis, tetapi juga berupaya membaca persoalan yang berkembang di masyarakat dari perspektif keilmuan Hindu.

Rektor UHN Sugriwa, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, pengukuhan guru besar merupakan capaian akademik tertinggi seorang dosen. Namun, capaian tersebut harus diikuti dengan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat.

Baca Juga:   AA Istri Rai Setyawati, Seniman Tangguh yang Menjaga Nyala Tari dari Generasi ke Generasi

Menurutnya, perubahan teknologi digital, perkembangan kecerdasan buatan, dinamika lingkungan, ekonomi serta berbagai persoalan sosial membuat perguruan tinggi dituntut menghasilkan ilmu yang relevan dan solutif. “Guru besar memiliki posisi yang sangat strategis. Guru besar diharapkan menjadi penggerak utama pengembangan keilmuan, memperkuat riset unggulan, membangun kolaborasi nasional dan internasional, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sudiana berharap empat guru besar yang baru dikukuhkan dapat menjadikan capaian tersebut sebagai awal dari kontribusi yang lebih luas, baik bagi universitas maupun masyarakat. “Kami berharap para guru besar yang dikukuhkan pada hari ini dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi universitas, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. Menurutnya, bertambahnya guru besar tidak seharusnya hanya dilihat dari sisi jumlah. Ia mengapresiasi jajaran UHN Sugriwa yang terus mendorong peningkatan kapasitas akademik dan sumber daya manusia.

Baca Juga:   Darurat Membaca, Tabanan Gaungkan Gerakan Literasi untuk Generasi Muda

“Lahirnya guru besar tidak semata-mata sebagai capaian kuantitatif dari setiap dosen yang akan menuju karir akademiknya, tetapi pertambahan guru besar harus berbanding lurus dengan kualitas pembelajaran, kualitas akademik di perguruan tinggi yang kita cintai,” ujarnya secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, rangkaian pengukuhan juga diisi penandatanganan MoU antara Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa dan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, S.E., M.I.Kom. Selain itu, empat guru besar baru tersebut meluncurkan buku “Brahmajijnasa Teo-Filosofi Edukasi Menuju Realisasi Diri” yang ditulis bersama.

Pengukuhan empat guru besar ini pun menjadi momentum memperluas kontribusi UHN Sugriwa dalam menghadirkan kajian keagamaan Hindu yang bersentuhan langsung dengan persoalan pendidikan, lingkungan, kehidupan sosial dan tantangan spiritual masyarakat modern. (BC5)