Berlangsung Setiap Lima Tahun, Desa Adat Mengwitani Gelar Rangkaian Karya Yadnya Massal

0
4
Mengwitani
Bupati Adi Arnawa saat menghadiri karya yadnya krama Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Selasa (1/9). (ist)

balibercerita.com –
Krama Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, menggelar rangkaian karya yadnya massal, Selasa (1/9). Kegiatan keagamaan berskala besar yang dipusatkan di jaba sisi Pura Dalem Brerong, Desa Adat Mengwitani ini meliputi karya sawa, atma wedana, mapetik, menek kelih, metatah, hingga sanan empeg. Karya massal tersebut menjadi momentum penting bagi krama setempat untuk mengukuhkan nilai gotong royong sekaligus melestarikan tradisi adat dan agama di tengah modernisasi.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa hadir langsung sebagai upasaksi sekaligus mengikuti prosesi ngias sangga sebagai bentuk dukungan dan apresiasi nyata dari Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemerintah dalam ruang adat ini menegaskan komitmen Pemkab Badung untuk selalu hadir meringankan beban ekonomi masyarakat dalam melaksanakan kewajiban yadnya yang juga menjadi pilar utama pelestarian seni, adat, dan budaya Bali.

Baca Juga:   Sambut KTT G20, Ribuan Pekerja Pariwisata The Nusa Dua Dapatkan Suntikan Vaksin Booster

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa pelaksanaan karya ini merupakan bukti nyata bakti krama Desa Adat Mengwitani kepada para leluhur. “Semoga dengan pelaksanaan karya ini, leluhur kita yang sudah meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa/Ida Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi Arnawa berharap semangat kebersamaan ini dapat terus dijaga oleh masyarakat demi kedamaian wilayah. “Astungkara dengan karya ini juga meningkatkan semangat persatuan dan gotong royong antar-krama serta memberikan keselamatan dan kerahayuan untuk Desa Adat Mengwitani. Semoga pelaksanaan karya ini berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.

Baca Juga:   Perayaan Imlek di Vihara Dharmayana Kuta, Sarana Persembahyangan Juga Gunakan Canang

Sementara itu, Bendesa Adat Mengwitani, I Putu Wendra menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 21 Agustus dan puncaknya berlangsung pada 3 September 2026. Berdasarkan awig-awig (aturan adat) di Desa Mengwitani, karya massal ini digelar secara berkala setiap 5 tahun sekali atau dalam siklus besar 30 tahun sekali. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang kuat antara krama desa dan pemerintah daerah dalam menyukseskan upacara suci ini.

Putu Wendra merinci, karya sawa dan atma wedana kali ini diawali dengan upacara ngaben sebanyak 2 sawa, panglungahan 59, dan panyekahan 102 sawa. Sedangkan untuk Manusa Yadnya diikuti oleh 57 peserta masangih (matatah), 15 peserta menek kelih, 76 peserta mapetik, dan 2 peserta prosesi sanan empeg. “Perlu saya jelaskan, prosesi sanan empeg itu diperuntukkan kepada seseorang yang ditinggal meninggal oleh kakak dan adik,” jelasnya.

Baca Juga:   Karya Agung Mamungkah Madya di Pura Dalem Cungkub

Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Badung, anggota DPRD Kabupaten Badung, I Made Rai Wirata, Camat Mengwi, I Nyoman Suhartana beserta unsur tripika, Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung, IB Gede Widnyana, MDA Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Mengwitani, I Nyoman Suardana beserta jajaran perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. (BC13)