Undiksha Padukan EEG, AI, dan Tri Kaya Parisudha dalam Sistem Konseling untuk Sekolah

0
8
Undiksha
Undiksha mengembangkan SI-Konseling Pro, sebuah sistem informasi konseling yang menggabungkan teknologi electroencephalography, kecerdasan buatan, dan nilai kearifan lokal Bali, Tri Kaya Parisudha. (ist)

balibercerita.com –
Upaya menjadikan hasil penelitian sebagai inovasi yang dapat digunakan langsung di lingkungan pendidikan terus dilakukan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Salah satunya melalui pengembangan SI-Konseling Pro, sebuah sistem informasi konseling berbasis web yang menggabungkan teknologi electroencephalography (EEG), kecerdasan buatan (AI), serta nilai kearifan lokal Bali, Tri Kaya Parisudha.

Pengembangan sistem tersebut dilakukan melalui Program Hilirisasi Riset Strategis – Skema Pengujian Produk Tahun 2026 yang memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Riset ini dipimpin Prof. Dr. Kadek Suranata, M.Pd., Kons. dengan melibatkan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) serta PD ABKIN Bali. Sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng turut memberikan dukungan dalam proses pengembangannya.

Prof. Suranata menjelaskan, SI-Konseling Pro dirancang agar hasil penelitian yang dilakukan perguruan tinggi dapat menjawab kebutuhan nyata di sekolah. Kehadiran teknologi EEG dan AI dalam sistem tersebut ditujukan untuk membantu guru bimbingan dan konseling (BK) melakukan proses skrining sekaligus pendampingan siswa dengan dukungan data yang lebih terukur.

Baca Juga:   Ketua DPRD Badung Hadiri Penutupan Porsenijar 2026, Dorong Pelajar Terus Ukir Prestasi di Porjar Bali

“Kami ingin riset dosen tidak berhenti sebagai publikasi atau prototipe, tetapi dapat dihilirkan menjadi inovasi yang benar-benar dimanfaatkan. Karena itu, kami memadukan EEG dan AI dengan pendekatan konseling serta nilai Tri Kaya Parisudha agar inovasi ini relevan dengan kebutuhan sekolah,” ujarnya, Senin (31/8).

Dari sisi fitur, SI-Konseling Pro menyediakan berbagai layanan untuk mendukung proses konseling di sekolah. Diantaranya asesmen DASS-21, konsultasi BK secara daring, mekanisme pelaporan kasus kekerasan secara terstruktur dan anonim, hingga analisis EEG yang digunakan sebagai pendukung tahapan pre-konseling.

Hasil pembacaan EEG kemudian disajikan melalui dashboard. Informasi tersebut dapat menjadi data tambahan bagi guru BK, terutama dalam melihat sejumlah indikator yang berkaitan dengan konsentrasi dan regulasi emosi siswa.

Baca Juga:   Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Resmikan Sekolah Lansia Werdha Santhi di Desa Batuan Kaler

Tidak hanya mengandalkan teknologi, pengembangan sistem ini juga memasukkan unsur budaya lokal Bali. Nilai Tri Kaya Parisudha, yang mengajarkan keharmonisan dalam berpikir (manacika), berkata (wacika), dan berbuat (kayika), diintegrasikan ke dalam pendekatan konseling.

Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan dapat dibantu untuk mengembangkan cara berpikir, pola komunikasi, dan perilaku yang lebih positif serta selaras. Integrasi nilai lokal ini sekaligus menjadi pembeda SI-Konseling Pro karena pemanfaatan teknologi modern tetap ditempatkan dalam konteks budaya masyarakat setempat.

Untuk mendukung interpretasi sistem, tim pengembang juga menggunakan baseline norma neurofisiologis yang diperoleh dari 35 subjek di Bali. Data tersebut menjadi salah satu referensi agar pengembangan teknologi dapat mempertimbangkan karakteristik konteks lokal.

Pengujian SI-Konseling Pro telah dilakukan di sejumlah sekolah mitra yang berada di Denpasar dan Singaraja. Dalam proses tersebut, tim menghimpun baseline DASS-21 dari 400 siswa yang berasal dari delapan sekolah. Selain itu, pengujian dengan metode pre-post test dilakukan terhadap 65 siswa.

Baca Juga:   Sejumlah SD di Badung Kekurangan Murid Baru, Sembilan Sekolah di Petang Terima Kurang dari 10 Siswa

“Harapannya, SI-Konseling Pro tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah, khususnya dalam memperkuat layanan konseling dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi siswa,” lanjutnya.

Pengembangan SI-Konseling Pro menjadi bagian dari upaya Undiksha mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti pada ranah akademik. Melalui kombinasi EEG, AI, pendekatan konseling, dan kearifan lokal Bali, inovasi ini diarahkan untuk mendukung layanan BK yang lebih adaptif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan sekolah sekaligus ikut memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi siswa. (BC13)