balibercerita.com –
Kepemimpinan Desa Adat Pecatu memasuki babak baru. I Made Sutama resmi dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Pecatu bersama 28 prajuru untuk masa ayahan Isaka Warsa 1948–1953 atau 2026–2031. Pengukuhan ditandai dengan upacara pamikukuh miwah pajaya-jayaan di Pura Desa Adat Pecatu, Kamis (27/8).
Prosesi yang bertepatan dengan Purnama Sasih Ketiga tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan setelah Bendesa Adat Pecatu sebelumnya, I Made Sumerta, menyelesaikan masa ayahan selama dua periode. Usai dikukuhkan, Sutama menegaskan kepengurusan baru tidak akan memulai semuanya dari nol.
Sejumlah program yang telah dirintis prajuru sebelumnya akan dilanjutkan, sementara program baru akan disusun berdasarkan visi dan misi kepengurusan. “Yang pertama melanjutkan program yang telah dibuat oleh prajuru desa adat sebelumnya yang masih sisa sekitar empat bulanan. Selanjutnya, kami di bulan November akan membuat program untuk tahun 2027,” ujar Sutama.
Ia menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang dinilai telah meletakkan fondasi bagi perkembangan Desa Adat Pecatu. Menurutnya, program yang belum tuntas akan diteruskan, sedangkan hal-hal yang membutuhkan penyempurnaan akan dievaluasi. “Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada prajuru sebelumnya yang telah meletakkan pondasi landasan yang bagus untuk kami lanjutkan. Kalau ada yang belum dilaksanakan, kami akan laksanakan, kalau perlu ada yang kami evaluasi, kami akan evaluasi,” katanya.
Sutama juga menekankan pentingnya dukungan krama dalam menjalankan swadarma sebagai Bendesa Adat. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa Pecatu ke arah yang semakin baik. Salah satu langkah awal yang akan dilakukan yakni rapat koordinasi internal bersama staf dan seluruh prajuru.
Langkah ini diperlukan untuk memastikan pembagian tugas dan tanggung jawab berjalan jelas sesuai bidang masing-masing. “Yang pertama ke dalam itu pasti kami rapat koordinasi. Pertama, dengan staf desa adat. Kedua, dengan seluruh prajuru untuk mengetahui tugas pokok dan fungsi masing-masing,” jelasnya.
Kepengurusan baru juga melakukan penataan personel dengan mempertimbangkan kebutuhan Desa Adat Pecatu yang semakin kompleks. Sutama menyebut jumlah prajuru kini 28 orang. Ia memastikan penataan tersebut bukan sekadar soal jumlah, melainkan menempatkan personel sesuai kemampuan dan bidangnya, termasuk parahyangan, pawongan, dan palemahan. “Kami melihat track record orang-orangnya. Tidak hanya menunjuk-menunjuk begitu, tapi ini orangnya bagaimana, mampu tidak dia di bidang ini,” tegasnya.
Bahkan, untuk memperkuat komitmen dan integritas, kepengurusan baru berencana menerapkan pakta integritas bagi para prajuru. “Kami akan menerapkan seperti di birokrasi, yaitu membuat pakta integritas. Setelah rapat koordinasi, kami akan suruh tanda tangan. Semuanya sudah siap, tinggal penandatanganan saja,” ungkap Sutama.
Untuk program terdekat, Sutama menyebut salah satu agenda rutin Desa Adat Pecatu yang akan berlangsung pada November adalah ngusaba, termasuk rangkaian kegiatan memohon hujan dan kegiatan ke segara. Sementara, program jangka menengah dan panjang akan disusun pada 2027 dengan mengacu pada visi dan misi yang telah disampaikan saat pencalonan bendesa adat.
Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu sebelumnya, I Made Sumerta menyambut baik pergantian kepemimpinan tersebut. Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan berbagai program yang telah berjalan dan memastikan setiap kebijakan bermuara pada kepentingan krama. “Hari ini ada momen yang sangat penting untuk krama Desa Adat Pecatu. Kita melaksanakan majaya-jaya krama desa adat dan prajuru yang anyar,” ujar Sumerta.
Sumerta mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu dilanjutkan oleh kepengurusan baru. Namun, ia menilai hal tersebut merupakan bagian wajar dari dinamika pengelolaan desa adat. “Sudah barang tentu dari banyak program, baik yang diusulkan desa adat, oleh kita prajuru yang merancang ataupun dari masyarakat, masih ada yang perlu dilanjutkan atau dirancang kembali,” katanya.
Ia pun mendoakan agar seluruh program kepengurusan baru memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membawa Desa Adat Pecatu semakin baik dalam menjalankan fungsi adat dan pelayanan kepada krama. (BC5)















