Badung Lifeguard Kejar Tambahan 58 Personel, Pengamanan Pantai Diperkuat

0
4
Badung Lifeguard
Wayan Somer. (ist)

balibercerita.com –
UPTD Badung Lifeguard Kuta menargetkan penambahan 58 personel untuk memperkuat pengamanan kawasan pantai dapat direalisasikan pada 2027. Tambahan tenaga tersebut akan dibagi untuk UPTD Badung Lifeguard Kuta dan UPTD Kuta Selatan, dengan porsi lebih banyak diarahkan ke UPTD Kuta.

Kepala UPTD Badung Lifeguard Kuta, Wayan Somer mengatakan, usulan penambahan 58 personel tersebut telah mendapat restu Bupati Badung. Namun, realisasinya masih menunggu proses penganggaran. “Target yang dipenuhi itu di tahun 2027. Mudah-mudahan tahun 2027 ini sudah terkejar,” ujar Somer saat ditemui di Pantai Kuta.

Somer menjelaskan, usulan tambahan personel tersebut diajukan bersama oleh dua UPTD, yakni Kuta dan Kuta Selatan. Penambahan tenaga dinilai penting untuk memperkuat penjagaan di sejumlah pos penyelamatan yang saat ini masih menghadapi keterbatasan personel.

Porsi lebih besar nantinya akan diarahkan ke UPTD Kuta. Hal ini menyesuaikan luas wilayah pengawasan yang menjadi tanggung jawab unit tersebut, mulai dari Pantai Jerman hingga perbatasan Badung dengan Tabanan. “Untuk 58 itu dibagi dua UPTD, UPTD Kuta Selatan dan UPTD Kuta. Lebih banyak nanti kita akan tempatkan di UPTD Kuta karena luasnya Pantai Kuta dari Pantai Jerman sampai perbatasan Badung dengan Tabanan sangat luar biasa yang harus dijaga anggota kami di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga:   Jegeg Bagus Lansia Kuta

Saat ini, UPTD Badung Lifeguard Kuta memiliki 93 anggota yang ditempatkan di 16 pos penjagaan. Secara ideal, setiap pos membutuhkan sekitar 7–8 anggota untuk mendukung sistem penjagaan dua sif. Namun, keterbatasan personel membuat sejumlah pos hanya diisi 2–5 anggota. Kondisi tersebut membuat petugas harus saling bergantian untuk menutup kebutuhan penjagaan.

Baca Juga:   Dukung Pariwisata Berkualitas, Diskominfo Badung Siapkan Free Wifi hingga Command Center Terintegrasi

Dengan tambahan 58 personel nantinya, kebutuhan penjagaan di setiap pos diharapkan dapat lebih ideal sehingga pengawasan terhadap wisatawan maupun aktivitas masyarakat di kawasan pantai semakin optimal. “Astungkara Bapak Bupati merestui permohonan sebanyak 58 orang ini. Kami sekarang melihat kembali ke bagian penganggaran. Kalau memang anggarannya mencukupi untuk perekrutan tenaga, apakah melalui outsourcing, mudah-mudahan bisa direalisasikan,” katanya.

Sembari mengejar target penambahan personel pada 2027, penguatan kemampuan penyelamatan juga dilakukan pada 2026 melalui pemenuhan peralatan. Menurut Somer, keberadaan peralatan menjadi penting untuk mendukung kecepatan petugas sekaligus mengurangi risiko saat melakukan penyelamatan di tengah kondisi laut.

“Di tahun 2026 ini lebih banyak pemerintah memperhatikan alat-alat. Karena tanpa alat-alat itu kami tidak bisa berbuat banyak. Kalau mengandalkan tenaga untuk masuk menyelamatkan orang, tentunya berpengaruh pada umur dan faktor kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga:   6.500 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB Prabhu Udayana 2025, Rektor Tegaskan Tanpa Kekerasan dan Diskriminasi

Kemampuan berenang tetap menjadi dasar yang wajib dimiliki setiap anggota Badung Lifeguard. Namun, kemampuan tersebut kini dipadukan dengan penggunaan peralatan seperti jetski dan boat karet. Pelatihan pengoperasian kedua peralatan tersebut juga telah dilakukan sejak bulan sebelumnya.

Dengan dukungan peralatan, petugas diharapkan dapat bergerak lebih cepat menuju lokasi kejadian dan melakukan proses penyelamatan secara lebih aman dan efektif. “Dasar kita tetap renang. Tetapi mengingat umur anggota sudah lewat, tentunya fisik itu berpengaruh. Makanya sekarang kami kolaborasikan kemampuan renang dengan alat-alat mesin,” tegasnya.

Penguatan personel dan peralatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan Badung Lifeguard dalam mengantisipasi berbagai kondisi darurat di kawasan pantai, sekaligus memberikan rasa aman bagi wisatawan yang beraktivitas di pesisir Badung. (BC5)