Gelombang Tinggi: Lifeguard Kuta Perketat Patroli, Wisatawan Diminta Jangan Nekat Berenang

0
8
Gelombang tinggi
Wayan Somer. (ist)

balibercerita.com –
Gelombang tinggi yang masih berpotensi terjadi di perairan Bali membuat petugas Badung Lifeguard harus lebih ekstra menjaga kawasan pantai. Bukan hanya soal fisik, kesiapan mental para petugas juga menjadi kunci menghadapi kondisi laut yang belakangan semakin menantang.

Kepala UPTD Badung Lifeguard Kuta, Wayan Somer mengatakan, pihaknya langsung meningkatkan kewaspadaan setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 18 Agustus 2026. Kondisi ombak yang semakin besar membuat tugas petugas di lapangan menjadi lebih berat. Maka dari itu, seluruh personel diminta tetap sigap dan tidak boleh lengah.

Baca Juga:   Permohonan Visa Kunjungan dan Perpanjangan Dapat Dilakukan Melalui Website Molina Imigrasi

“Mengingat kita sudah diberikan warning dari BMKG sampai tanggal 18, anggota Badung Lifeguard mempunyai tugas berat menjaga pengunjung yang beraktivitas di air. Kunci utamanya fisik dan mental anggota. Ombak semakin besar, mental tidak boleh turun dan harus lebih kuat,” ujarnya.

Meski jumlah personel terbatas, Somer memastikan pengawasan tetap berjalan maksimal. Perhatian lebih diberikan pada kawasan pantai yang sedang ramai, terutama pesisir utara Kuta hingga Legian.

Baca Juga:   Dewan dan Pemkab Klungkung Tetapkan Dua Ranperda Jadi Perda

Salah satu cara yang digunakan petugas untuk menjaga keselamatan pengunjung adalah melalui sistem bendera di sepanjang garis pantai. Bendera merah menjadi tanda bahwa kawasan tersebut tidak aman untuk berenang, baik karena gelombang tinggi, arus kuat maupun potensi bahaya lainnya.

“Kalau ada bendera merah, artinya berbahaya. Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan benar-benar mematuhi aturan yang dipasang petugas demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Baca Juga:   BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Program Pengusaha Muda BRILiaN 2025

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, Badung Lifeguard juga terus berkoordinasi dengan Satpolairud, Basarnas dan BMKG. Di lapangan, pengawasan di pos-pos penjagaan turut diperketat dengan patroli keliling setiap 30 menit.

Pihaknya mengingatkan wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung ke pantai agar tidak hanya mengandalkan kemampuan berenang. Kondisi laut bisa berubah cepat dan tetap memiliki risiko, terutama saat gelombang dan arus menguat. (BC5)