Pecatu Perkuat Pengamanan, Patroli Pecalang Dibuat Tak Terduga

0
2
Pecatu
I Made Sumerta. (ist)

balibercerita.com –
Menjaga keamanan menjadi salah satu fokus utama Desa Adat Pecatu di tengah tingginya aktivitas pariwisata di kawasan Kuta Selatan. Untuk memastikan wisatawan dan masyarakat merasa aman, desa adat setempat memperkuat patroli pecalang dengan pola pengawasan yang dibuat lebih dinamis dan tidak mudah diprediksi.

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengatakan, patroli keamanan sebenarnya telah berjalan secara rutin. Namun menyikapi sejumlah kasus kriminalitas yang belakangan menjadi perhatian publik, pola pengamanan terus dievaluasi agar lebih efektif dalam mencegah tindak kejahatan.

Menurutnya, jadwal patroli sengaja dibuat tidak tetap sehingga pergerakan petugas di lapangan tidak mudah dibaca oleh pihak-pihak yang berniat melakukan tindakan kriminal. “Kalau patroli sudah kita lakukan secara rutin, tetapi disesuaikan juga dengan situasi dan kondisi. Saya minta jangan monoton jadwal tersebut dilakukan pada jam-jam yang sudah mungkin dipahami oleh mereka yang mau berbuat tidak baik,” ujar Sumerta.

Baca Juga:   ITDC Tunjuk Agus Setiawan Lanjutkan Estafet Kepemimpinan The Mandalika

Karena itu, patroli dilakukan secara acak pada waktu-waktu tertentu untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan di kawasan wisata. “Perlu di-random atau diacak, dan itu sudah kita lakukan,” tegasnya.

Baca Juga:   Penanganan Tebing Pura Luhur Uluwatu Dilanjutkan, Fokus Penguatan Struktur dan Akses Upacara Adat

Bagi Sumerta, keamanan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan terhadap destinasi Pecatu yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan pariwisata unggulan di Bali. Oleh karena itu, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui patroli, tetapi juga dengan memperkuat sarana pendukung keamanan.

Salah satunya melalui penambahan lampu penerangan jalan (PJU) di sejumlah titik yang masih minim pencahayaan. Menurutnya, penerangan yang memadai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. “Safety itu penting untuk dunia pariwisata. Salah satu komponen keamanan adalah penerangan. Jangan sampai terjadi kriminalitas karena kondisi jalan yang remang-remang atau gelap,” katanya.

Baca Juga:   Tangani Sedimentasi Tukad Mati, Bupati Badung akan Alokasikan Rp 500 Juta Per Tahun

Sebagai anggota DPRD Badung, Sumerta mengaku telah menyampaikan usulan penambahan lampu penerangan jalan kepada pemerintah daerah agar menjadi salah satu prioritas pembangunan di kawasan Pecatu. “Sudah kami sampaikan kepada pemerintah agar menjadi skala prioritas,” ujarnya.

Dengan kombinasi patroli yang lebih adaptif dan peningkatan infrastruktur keamanan, Desa Adat Pecatu berharap dapat terus menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat citra kawasan sebagai destinasi wisata yang aman dan berkualitas. (BC5)