balibercerita.com –
Upaya meningkatkan mutu pendidikan terus menjadi perhatian di tengah dinamika dunia pembelajaran yang semakin kompleks. Salah satu metode yang dinilai mampu mendorong terciptanya pembelajaran berkualitas adalah lesson study atau kaji pembelajaran, sebuah pendekatan kolaboratif yang menitikberatkan pada evaluasi dan penyempurnaan proses belajar siswa secara berkesinambungan.
Komitmen tersebut diwujudkan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui program Menggurukan Dosen berbasis Lesson Study yang dilaksanakan di sekolah Laboratorium Undiksha sebagai ruang praktik pembelajaran. Program yang diinisiasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia di bawah Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Undiksha ini mempertemukan dosen dan guru dalam kerja sama merancang, menjalankan, hingga mengevaluasi proses pembelajaran secara bersama.
Kegiatan yang berlangsung dari semester ganjil hingga semester genap tahun 2026 tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, sampai SMA. Melalui pola ini, pembelajaran diarahkan agar lebih berfokus pada keterlibatan siswa secara aktif, kreatif, dan bermakna, bukan hanya berorientasi pada peran guru di kelas.
Kepala LPMPP Undiksha, I Made Tegeh, Selasa (12/5), menegaskan bahwa lesson study memiliki peran strategis dalam membangun budaya belajar bersama di kalangan pendidik sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa. “Lesson study bukan sekadar mengamati guru mengajar. Esensinya adalah kolaborasi dan refleksi berkelanjutan untuk memahami bagaimana siswa belajar dan bagaimana pembelajaran dapat terus diperbaiki. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas proses belajar siswa,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut membuka kesempatan bagi guru dan dosen untuk saling bertukar pengalaman, belajar bersama, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang aplikatif di ruang kelas. Program ini sekaligus memperkuat posisi sekolah Laboratorium Undiksha sebagai pusat inovasi pendidikan dan laboratorium pembelajaran.
Dalam pelaksanaannya, program ini juga menghadirkan open class yang melibatkan orang tua siswa dan pemangku kepentingan pendidikan sebagai observer. Kehadiran berbagai pihak itu dianggap penting untuk memberikan sudut pandang dan masukan terhadap proses pembelajaran sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Beragam metode pembelajaran inovatif diterapkan dalam kegiatan tersebut, seperti diskusi kolaboratif, project based learning, pemecahan masalah, hingga pemanfaatan media kreatif yang membuat suasana belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Hasilnya, siswa tampak lebih percaya diri, aktif, dan terlibat dalam proses pembelajaran. (BC13)


















