Ciptakan Sekolah Sehat Jiwa, RSJ Manah Shanti Mahottama Luncurkan Inovasi Gelar Saji

0
8
RSJ Manah Shanti Mahottama
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Rumah Sakit dan Kesehatan Jiwa Masyarakat RSJ Manah Shanti Mahottama, Kadek Ivan Mahatma (dua dari kiri) saat menggelar edukasi kesehatan jiwa di SMKN 1 Bangli, beberapa hari lalu. (ist)

balibercerita.com –
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manah Shanti Mahottama menghadirkan inovasi Gerakan Sekolah Terhadap Sehat Jiwa (Gelar Saji) sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung ketangguhan emosional, rasa aman, serta kesejahteraan psikologis bagi seluruh warga sekolah.

Program ini hadir sebagai respons terhadap tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Siswa saat ini dihadapkan pada derasnya arus informasi digital, tekanan media sosial, serta perubahan gaya hidup yang dinamis. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik. Berbagai persoalan seperti kecemasan, depresi ringan, hingga perundungan menjadi hambatan nyata dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga:   Membangun Keluarga, Membangun Bangsa: PKB–PLKB Bali Jadi Garda Terdepan, Pastikan Layanan Bangga Kencana Tetap Hadir di Arus Mudik

Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Rumah Sakit dan Kesehatan Jiwa Masyarakat RSJ Manah Shanti Mahottama, Kadek Ivan Mahatma, S.KM, menjelaskan, inovasi Gelar Saji dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus mengurangi stigma terhadap gangguan mental.

Ia menyebutkan, program ini juga bertujuan membekali siswa dengan kemampuan mengelola emosi, mengenali tanda-tanda gangguan mental, membangun ketahanan diri, serta meningkatkan kepercayaan diri. “Selain itu, siswa didorong untuk berani mencari bantuan ketika menghadapi tekanan, baik akademik maupun sosial,” ujar Ivan Mahatma, Senin (28/4).

Sejak diimplementasikan pada Maret 2025, program ini telah dilaksanakan sebanyak 20 kali, mencakup jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga perguruan tinggi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi kesehatan jiwa, penyediaan media informasi, skrining kesehatan jiwa secara berkala, serta pembentukan kader sehat jiwa di lingkungan sekolah.

Baca Juga:   Dilema Penanganan Anjing Liar di Kuta Selatan, Antara Keselamatan dan Aturan

Melalui inovasi ini, diharapkan warga sekolah dapat meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan jiwa, yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup, khususnya bagi siswa dan remaja. “Program ini juga diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang produktif, unggul, dan berdaya saing,” paparnya.

Selain itu, ia menyatakan, sekolah diharapkan dapat lebih memahami kondisi kesehatan mental warganya serta menciptakan lingkungan “Sekolah Ramah Anak” yang bebas dari kekerasan fisik maupun verbal.

Baca Juga:   Diskes Badung Ingatkan Risiko Penyakit Akibat Tumpukan Sampah

Untuk pelaksanaan Gelar Saji, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menjelaskan pentingnya kesehatan jiwa dalam proses pendidikan sekaligus menyusun jadwal kegiatan. Selanjutnya dilakukan edukasi, skrining kesehatan jiwa, distribusi media informasi, hingga pembentukan kader kesehatan jiwa di masing-masing sekolah.

Ivan Mahatma pun berharap, ke depannya inovasi Gelar Saji ini dapat sebagai upaya sistematis untuk membangun fondasi mental siswa. “Sekaligus mencegah terjadinya masalah kesehatan mental yang lebih berat di masa depan,” imbuhnya. (BC9)