
balibercerita.com –
Apel peringatan HUT ke-255 Kota Gianyar digelar, Minggu (19/4), di alun-alun Kota Gianyar. Apel dihadiri unsur Forkopimda, DPRD Gianyar, serta masyarakat yang telah memadati kawasan pusat kota sejak pagi.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra bertindak sebagai inspektur upacara dengan membacakan sambutan Gubernur Bali, Wayan Koster. Dalam sambutan tersebut, disampaikan pantun sarat makna yang menggambarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara alam dan budaya Bali sebagai dasar kehidupan masyarakat.
Mengusung tema “Prasada Bhakti Ulangun (Kemuliaan Pesona Gianyar)”, peringatan tahun ini menegaskan tekad untuk terus menjaga dan memuliakan seni dan budaya yang menjadi jati diri daerah. Bupati Mahayastra menekankan bahwa peringatan HUT bukan hanya seremoni, tetapi juga momentum refleksi atas capaian pembangunan di tengah perubahan global.
Ia juga menyoroti pentingnya periode 2025–2030 sebagai fase strategis dalam arah pembangunan Bali ke depan. Periode tersebut dinilai menjadi landasan dalam membangun peradaban Bali hingga 100 tahun mendatang melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Dalam kesempatan itu, pemerintah turut memaparkan berbagai langkah strategis, diantaranya penguatan sistem pemerintahan berbasis digital, pengendalian alih fungsi lahan, pengelolaan sampah dari sumber, penataan pariwisata berkualitas, pengembangan transportasi ramah lingkungan, serta peningkatan ketertiban masyarakat.
Bupati juga menegaskan bahwa seluruh program tersebut membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak, mulai dari desa adat hingga pelaku usaha, dengan mengedepankan semangat manyama braya.
Apel peringatan juga diisi dengan pembacaan sejarah Kota Gianyar yang membangkitkan ingatan kolektif, serta penyerahan sertifikat hak kekayaan intelektual (HKI) dan penghargaan kepada pemenang lomba dalam Pekan Budaya Gianyar.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan resepsi yang menghadirkan penyerahan penghargaan kepada tokoh-tokoh berprestasi melalui anugerah Parama Satya Budaya, Wija Kusuma, dan Citra Kara Nugraha. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu sinergi dengan masyarakat untuk terus memajukan dan melestarikan karya seni Gianyar yang luar biasa,” pungkas Bupati Mahayastra. (BC13)
















