Rayakan HUT ke-21 SAJK, Momentum Perkuat Persatuan Pasametonan Agung Jero Kuta

0
274
Paiketan Sameton Agung Jero Kuta
Paiketan Sameton Agung Jero Kuta (SAJK) menggelar perayaan HUT ke-21 pada Rabu (25/3). (ist)

balibercerita.com –
Paiketan Sameton Agung Jero Kuta (SAJK) menggelar perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-21 pada Rabu (25/3), di Jero Gede Lanang Pededekan Belong, Denpasar. Perayaan ini menjadi momentum penting dalam mempererat Pasametonan Agung Jero Kuta.

Acara tersebut turut dihadiri Pangelingsir Puri Denpasar, Pangelingsir Pura Jero Kuta, serta Pasametonan Agung Jero Kuta yang tersebar di wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar. Puncak perayaan HUT ke-21 ditandai dengan prosesi tiup lilin dan pemotongan tumpeng.

Selain itu, diserahkan pula penghargaan kepada 27 tokoh pasametonan yang telah “dewata” sebagai bentuk penghormatan, ungkapan terima kasih, sekaligus memohon tuntunan dalam setiap langkah perjalanan organisasi.

Kelihan Semeton Agung Jero Kuta, Ir. Anak Agung Kartika dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pasametonan yang telah hadir dan berkontribusi selama ini. Ia menegaskan bahwa SAJK memiliki landasan organisasi yang kuat, meliputi visi, misi, serta perjalanan leluhur yang menjadi pedoman utama.

Baca Juga:   Pitra Yadnya di Desa Adat Pecatu

“Visi kita adalah meningkatkan harkat dan martabat Pasemetonan Agung Jero Kuta yang dilandasi oleh Tri Hita Karana, ajaran agama Hindu, serta nilai Tat Twam Asi, dengan tetap berpegang pada Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, program utama SAJK berlandaskan konsep Panca Yadnya, yakni Manusa Yadnya, Dewa Yadnya, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, dan Bhuta Yadnya. Selain itu, terdapat tiga bhisama (ketentuan) utama yang selama ini dijalankan secara konsisten.

Pertama, seluruh anggota yang berjumlah sekitar 713 kepala keluarga atau sekitar 3.500 jiwa wajib ngayah saat piodalan di Pamerajan Kawitan Puri Agung Jero Kuta. Kedua, ketika ada anggota keluarga yang mengalami kedukaan, seluruh pasametonan hadir memberikan doa bersama sebagai wujud kebersamaan. Ketiga, pelaksanaan program kerja yang berfokus pada kegiatan sosial, adat, serta penguatan organisasi.

Baca Juga:   Bertemu Perkumpulan Umat Buddha, Giri Prasta Kenang Pengalaman ke Vihara Bersama Sang Ibu 

Ke depan, SAJK juga berkomitmen membangun kemandirian ekonomi, seperti melalui pembentukan koperasi, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di era modern. “Di usia ke-21 ini, kita telah memasuki fase kedewasaan organisasi. Harapannya, rasa persatuan dan kekeluargaan semakin solid tanpa mengurangi keharmonisan hubungan vertikal dan horizontal,” tambahnya.

Sementara itu, Pangelingsir Puri Agung Jero Kuta Denpasar, Anak Agung Ngurah Jaka Pratidnya yang akrab disapa Turah Joko, turut menyampaikan selamat atas HUT ke-21 SAJK. Ia berharap, momentum ini semakin mempererat persaudaraan di antara 23 jero yang tersebar di Denpasar, Badung, dan Gianyar. “Dengan demikian, daya tidak pernah berhenti meminta agar pasametoman ini semakin erat, terus terjaga hingga akhir hayat,” harapnya.

Baca Juga:   Karya Mapadudusan dan Ngenteg Linggih di Pura Anyar Desa Adat Umahanyar

Turah Joko menambahkan, SAJK memiliki satu keyaninan yang menjadi pemersatu pasemetonan semakin rajeg, yakni Merajan Kawitan di Puri Agung Jero Kuta sebagai simbol persatuan yang utuh. “Semoga kebersamaan ini terus terjaga hingga generasi mendatang,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-21 ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi perjalanan organisasi dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan, adat, dan spiritualitas di tengah dinamika zaman. (BC18)