balibercerita.com –
Momentum libur panjang hari raya Nyepi, Idulfitri, serta kebijakan work from anywhere (WFA) menjadi berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Badung. Sejumlah destinasi wisata mengalami lonjakan kunjungan signifikan, bahkan mencapai lebih dari 100 persen dibandingkan hari normal. Salah satu yang paling mencolok terjadi di DTW Pantai Melasti, Ungasan, dengan peningkatan kunjungan hingga sekitar 200 persen pada masa puncak liburan.
Seiring berakhirnya periode liburan, tren kunjungan wisatawan mulai melandai dan kembali ke kondisi normal. Namun, lonjakan selama libur panjang tersebut menunjukkan tingginya minat wisatawan, khususnya domestik, terhadap destinasi wisata unggulan di Bali.
Manajer Pengelola DTW Pantai Melasti, Wayan Karnawa menjelaskan bahwa kombinasi libur hari raya dan fleksibilitas kerja melalui WFA memberikan dampak besar terhadap peningkatan kunjungan. Pada hari biasa, jumlah wisatawan berkisar antara 2.500 hingga 3.000 orang per hari. Namun saat libur, angka tersebut melonjak hingga 100 persen dan bahkan mencapai puncak hingga 150 persen.
“Peningkatan terjadi di sektor domestik, khususnya dari Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, dan wilayah Jawa Timur. Mayoritas wisatawan datang menggunakan kendaraan pribadi, meski ada juga yang berkunjung secara rombongan dengan bus,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/3).
Lonjakan kunjungan mulai terlihat sejak usai hari raya Nyepi hingga Selasa (24/3), dengan rata-rata kunjungan mencapai sekitar 6.000 orang per hari. Puncak kunjungan terjadi pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, saat jumlah wisatawan menembus 9.000 orang per hari atau meningkat hingga 200 persen.
Tingginya kunjungan ini juga berdampak langsung pada pertunjukan kecak di kawasan Pantai Melasti yang turut mengalami peningkatan penonton hingga lebih dari 100 persen. Meski mengalami lonjakan signifikan, kawasan Pantai Melasti dinilai tetap representatif dalam menampung wisatawan berkat kapasitas yang memadai.
Hal ini tidak lepas dari upaya pemeliharaan dan perbaikan fasilitas yang terus dilakukan guna menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung. “Saat Nyepi kemarin kunjungan sempat turun drastis hingga hampir 80 persen, namun saat Lebaran meningkat sangat signifikan. Ini tentu sangat kami syukuri,” ujarnya.
Saat ini, kunjungan wisata mulai kembali stabil seiring berakhirnya masa liburan. Ke depan, pihak pengelola berharap tren positif ini juga diikuti oleh peningkatan wisatawan mancanegara, yang saat ini masih mengalami penurunan sekitar 15 persen dibandingkan tahun lalu. Penurunan tersebut diperkirakan tidak terlepas dari dampak konflik di kawasan Timur Tengah. (BC5)













