52 Tahun The Nusa Dua, ITDC Lakukan Rejuvenasi Besar untuk Hadapi Tantangan Pariwisata Global

0
126
The Nusa Dua
Seremonial rejuvenasi kawasan The Nusa Dua. (ist)

balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya untuk terus membangun dan menjaga sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Nyoman Rudiarta saat mewakili Bupati Badung dalam kegiatan apresiasi revitalisasi dan rejuvenasi kawasan The Nusa Dua belum lama ini.

Nyoman Rudiarta menyampaikan bahwa peremajaan kawasan pariwisata merupakan sebuah keniscayaan. Seiring dinamika industri pariwisata global, kawasan unggulan seperti The Nusa Dua perlu terus berbenah agar tetap relevan, kompetitif, dan berkelanjutan. Rejuvenasi kawasan The Nusa Dua juga merupakan salah satu bentuk kolaborasi konkret antara pengelola kawasan dengan Pemerintah Kabupaten Badung dalam mewujudkan pariwisata berkualitas.

Baca Juga:   Tarif Taman Nasional Komodo Meningkat, Anda Bisa ke Pulau Rinca

“Bapak Bupati Badung memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan pariwisata berkualitas, sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Mengingat Badung merupakan core business daerah pariwisata, pembangunan sektor ini tidak bisa setengah-setengah dan harus dilakukan secara menyeluruh,” ujarnya..

Menurutnya, terdapat sejumlah indikator penting yang terus menjadi fokus pembenahan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), produk pariwisata yang berkualitas, rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, hingga penguatan infrastruktur pendukung. Seluruh aspek tersebut merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Baca Juga:   Lima Hotel di Nusa Dua Jadi Tempat Karantina Bubble 

Lebih lanjut, pembangunan pariwisata di Badung juga diarahkan untuk mewujudkan inklusivitas kawasan. Artinya, pertumbuhan pariwisata harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan ekonomi lokal.

“Pariwisata harus berdampak nyata. Masyarakat harus merasakan manfaatnya, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pariwisata itu sendiri,” jelasnya.

Ia berharap rejuvenasi The Nusa Dua tidak berhenti pada pembenahan infrastruktur semata, melainkan menjadi momentum awal membangun komitmen bersama dengan masyarakat, sehingga inklusivitas pariwisata benar-benar terwujud. Dengan rejuvinasi tentu akan muncul hal baru yang akan menjadi magnet kunjungan dan diharapkan mendorong peningkatan length of stay maupun spend of money wisatawan.

Baca Juga:   Triwulan I 2024, Jumlah Kunjungan Wisman Ke Bali Melalui Bandara Ngurah Rai Naik 31,98 persen

Rudiarta juga mengapresiasi sinergi dengan desa adat, khususnya dalam pemberian ruang bagi seni dan budaya lokal sebagai bagian dari upaya pelestarian. Kolaborasi ini dinilai mampu memperkaya identitas kawasan sekaligus menjaga nilai-nilai budaya Bali tetap hidup di tengah modernisasi pariwisata.

Dengan kolaborasi lintas pihak dan visi yang sejalan, Pemkab Badung optimistis pariwisata The Nusa Dua dan Badung secara keseluruhan akan terus tumbuh sebagai destinasi unggulan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini