Abrasi Kembali Landa Pantai Kuta, Pengelola Harapkan Revetment

0
44
Abrasi Pantai Kuta
Abrasi di depan kantor Satgas Pantai Kuta. (BC5)

balibercerita.com –
Abrasi kembali terjadi di Pantai Kuta. Kali ini titik yang kondisinya cukup parah terjadi di depan Kantor Satgas Pantai Kuta. Berdasarkan informasi Rabu (28/1), pengikisan pasir bahkan diperkirakan mencapai lebih dari satu meter, dengan jarak bibir pantai yang semakin mendekati walkway.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada perubahan bentang alam pesisir, tetapi juga mulai mengancam fasilitas umum, tempat berjualan pedagang dan kawasan sakral di sekitarnya.

Pengelola DTW Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa menjelaskan, abrasi mulai terjadi sejak Sabtu (24/1) lalu, akibat gelombang laut tinggi yang disertai hujan. Situasi ini membuat pasir pantai tergerus cukup dalam dan hampir menyentuh walkway.

Baca Juga:   Laga Perdana Liga 1, Bali United Unggul Tipis Atas Persija Jakarta

Akibatnya, pedagang pantai di lokasi tersebut harus berpindah sementara karena kondisinya labil. “Sementara pedagang di titik abrasi berpindah ke tempat lain, demi keamanan,” ucapnya.

Ancaman abrasi tidak berhenti pada aktivitas ekonomi dan fasilitas umum. Beberapa bulan lalu, satu palinggih di Pantai Kuta, tepatnya di dekat pos balawista dilaporkan hanyut diterjang ombak. Peristiwa tersebut telah ditindaklanjuti dengan upacara nuntun dan pemindahan posisi palinggih ke tempat yang lebih aman.

Berkaca dari kondisi tersebut, Desa Adat Kuta kemudian melakukan koordinasi dengan BWS Bali Penida yang tengah mengerjakan Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II Paket Kuta–Legian–Seminyak di sekitar Setra Kauh Desa Adat Kuta. Pihak kontraktor kemudian menurunkan alat berat untuk melakukan penguatan darurat.

Baca Juga:   Fraksi Gerindra DPRD Badung Setujui Ranperda APBD 2026 dan Ranperda Insentif Penanaman Modal

Batu-batu besar dan pasir ditempatkan di bibir pantai sebagai langkah sementara guna menahan laju abrasi agar tidak semakin mendekati fasilitas publik. “Kondisi abrasi ini katanya akan disampaikan ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebagai dasar pengajuan pembangunan revetment permanen. Beberapa kali penanganan dilakukan, tetap saja tergerus kembali,”paparnya.

Ia menjelaskan bahwa abrasi di Pantai Kuta terjadi secara bertahap dan bersifat musiman. Penanganan yang selama ini dilakukan dinilai belum mampu mengatasi abrasi secara menyeluruh karena pengikisan pasir terus berulang, terutama saat musim hujan dengan gelombang tinggi. Selain titik depan kantor satgas, kawasan pantai di depan Hotel Kuta Seaview juga tercatat mengalami abrasi cukup parah.

Baca Juga:   Kebakaran Hanguskan Lantai II Toserba di Kedonganan, Penanganan Hampir Tujuh Jam

Ia berharap penanganan ke depan tidak hanya melindungi garis pantai, tetapi juga menjaga keberadaan fasilitas umum. Ia berharap agar penanganan abrasi di Kuta dapat dilakukan maksimal dan segera dilaksanakan, tentunya dengan pola yang terbaik sesuai kajian teknis. Hal itu demi menjaga keindahan dan kenyamanan pantai.

Terpisah, Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana membenarkan abrasi yang kembali terjadi di wilayahnya. Ia berharap pembangunan breakwater tambahan dan revetment lanjutan dapat segera direalisasikan sebagai langkah perlindungan jangka panjang terhadap Pantai Kuta. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini