Awak Kapal Asing Sakit di Selat Badung, SAR Gabungan Lakukan Evakuasi Medis

0
91
Evakuasi medis awak kapal
Petugas SAR saat membawa salah satu awak kapal asing bersandar di Pelabuhan Benoa. (ist)

balibercerita.com –
Tim SAR gabungan melaksanakan evakuasi medis terhadap seorang awak kapal LC Astrolabe yang mengalami gangguan kesehatan saat berlayar di Selat Badung, Senin pagi (19/1). Laporan awal diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui PT Bayu Cipta Samudra selaku agen kapal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa kapal tersebut direncanakan berlayar dari Australia menuju Batam. Namun, saat mendekati perairan Bali, salah satu awak kapal dilaporkan mengalami masalah kesehatan dan membutuhkan penanganan medis. “Informasi awal yang kami terima, kapal berlayar dari Australia menuju Batam, namun ketika mendekati perairan Bali salah satu crew mengalami gangguan kesehatan,” terang Nyoman Sidakarya.

Baca Juga:   Undiksha Job Fair 2025: Buka Peluang Karier, Gratis untuk Umum

Berdasarkan data yang dihimpun, awak kapal yang dievakuasi berinisial Sriram Veeramani Krishnan (43), warga negara India. Setelah dilakukan koordinasi, Tim SAR gabungan bersama agen kapal sepakat melaksanakan intercept di titik koordinat 8°46’11.99″ LS – 115°14’37.17″ BT di perairan Selat Badung. “Setelah dilakukan plotting koordinat, jarak intercept sekitar 3,08 mil laut dengan heading 139 derajat dan waktu tempuh kurang lebih 30 menit,” imbuhnya.

Baca Juga:   Binda Bali Genjot Vaksinasi Anak Tahap II di Gianyar

Sekitar pukul 08.00 Wita, sebanyak 10 personel Tim SAR gabungan dari berbagai unsur berhasil menjangkau kapal dan selanjutnya melaksanakan proses evakuasi medis. Sebelum dibawa ke rumah sakit, tim medis dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar bersama Klinik Nusa Medica melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.

Hasil pemeriksaan menyatakan kondisi awak kapal dalam keadaan stabil dan tidak memerlukan penanganan khusus selama proses mobilisasi. “Proses evakuasi memakan waktu sekitar 40 menit. Selanjutnya yang bersangkutan dibawa ke RS Siloam untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” imbuhnya.

Baca Juga:   Penerbangan Internasional Terus Tumbuh 

Pelaksanaan evakuasi medis ini melibatkan unsur SAR gabungan, antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Lanal Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Polairud Mabes Polri, Imigrasi, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar, VTS Pelabuhan Benoa, Klinik Nusa Medica, Polsek Kawasan Benoa, serta agen kapal. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini