Penjor Festival 2025 di GWK Berakhir Meriah, Wujudkan Semangat Pelestarian Budaya Bali

0
170
Penjor Festival
Parade seni pada Penjor Festival 2025. (ist)

balibercerita.com –
Gelaran Penjor Festival 2025 di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park resmi berakhir pada Sabtu (1/11). Setelah berlangsung selama sepekan penuh, festival budaya ini ditutup dengan suasana meriah dan penuh apresiasi dari masyarakat, seniman, serta wisatawan yang hadir.

Festival yang mengangkat filosofi Penjor sebagai simbol keseimbangan dan kemakmuran ini menghadirkan beragam kegiatan budaya seperti Lomba Barong, Mekendang Tunggal, Baleganjur, Pameran Ogoh-Ogoh Mini, hingga Pertunjukan Kolosal Sanggar Saba Sari dan penampilan musisi Bagus Wirata. Selama dua hari puncak acara, 31 Oktober hingga 1 November, kawasan GWK dipenuhi antusiasme pengunjung yang ingin menyaksikan kemegahan tradisi Bali dikemas dalam nuansa modern dan inklusif.

Baca Juga:   FOTO Bali Festival 2026 Terima 693 Karya dari 80 Negara, Bali Kian Dilirik Komunitas Fotografi Dunia

Turut hadir dalam acara penutupan, Kabid Pemasaran Dispar Badung Ni Luh Ayu Rai Sarisarmini, serta Camat Kuta Selatan Dr. I Gede Arta, A.P., S.H., M.Si., yang mewakili Bupati Badung. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian budaya Bali dan penguatan sektor pariwisata berbasis budaya.

Baca Juga:   Wabup Suiasa Hadiri Acara Magendu Wirasa Pecalang Se-Badung

Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat Bali, para seniman, serta Pemerintah Kabupaten Badung yang telah bersama-sama mewujudkan semangat Penjor Festival. Keterlibatan semua pihak menunjukkan bahwa GWK benar-benar menjadi rumah bagi ekspresi budaya Bali yang hidup dan berkembang,” ujarnya.

Baca Juga:   Ketua DPRD Badung Saksikan Dua Penampilan Duta Badung di PKB 2026

Melalui penyelenggaraan Penjor Festival, GWK menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat budaya dan ruang kolaborasi bagi pelaku seni dan masyarakat Bali. Pihak manajemen berharap kegiatan ini dapat digelar secara berkelanjutan setiap tahun, sebagai wujud nyata dedikasi GWK dalam melestarikan, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Bali ke kancah nasional maupun internasional. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini