Tingkat Okupansi Hotel Stabil, PHRI Harapkan Tidak Ada PHK

0
229
Hotel
I Gusti Agung Rai Suryawijaya. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Kondisi pariwisata di Kabupaten Badung hingga kini dapat dikatakan stabil. Namun, sejumlah perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), terhitung ada ratusan karyawan yang terdampak.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Rai Suryawijaya mengatakan, saat ini tingkat hunian hotel atau okupansi berada di angka 70-80 persen. Hal ini menunjukkan kondisi yang masih stabil.

“Tingkat hunian hotel di Badung masih bagus, artinya mereka masih mendapatkan keuntungan dan tidak ada alasan untuk melakukan PHK,” ujar Agung Rai, saat dikonfirmasi, Selasa (1/7).

Baca Juga:   Ratusan Pelari Ramaikan Mamaka Fun Run Vol.2, Seluruh Donasi Disalurkan ke Bali Children Foundation

Pihaknya menyebutkan, PHK sejatinya dilakukan saat okupansi di bawah 50 persen berturut-turut. Bahkan, saat ini dirinya mengaku belum ada hotel yang diketahui melakukan PHK terhadap karyawannya. Jika memang tingkat okupansi menurun menjadi 60 persen, dirinya akan meminta tidak ada hotel yang mem-PHK karyawan. “Ini okupansi kita masih bagus, relatif bagus dengan situasi global, geopolitik, dan juga ekonomi nasional,” ungkapnya.

Agung Rai mengaku, kondisi ini didukung dengan kondisi wisatawan yang datang ke Bali. Sebab berbeda dengan daerah lainnya wisatawan yang datang memang murni untuk berlibur ke Pulau Dewata. Sedangkan untuk kunjungan dalam rangka meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) hanya 30 persen. “Kalau di Bali situasinya hampir 70 persennya berlibur, dan untuk MICE sekitar 30 persenlah,” ucapnya.

Baca Juga:   21+ Island di Nusa Dua Festival 2025, Ruang Baru untuk Pencinta Party dan Perokok Dewasa

Meski demikian, untuk kondisi restoran, memang diakui banyak persaingan yang terjadi. Selain dari segi kualitas makanan, servis, harga, begitu juga dengan munculnya restoran baru. Namun, pihaknya pun meminta pengusaha tetap harus melakukan pembayaran gaji secara tepat waktu.

Baca Juga:   RTH Bung Karno Akan Jadi Destinasi Pariwisata Nasional

Lebih lanjut Agung Rai berharap, perang dunia tidak terjadi di tengah serangan antara Iran dan Israel. Sebab, perang dunia akan memberikan dampak yang lebih parah dibandingkan pandemi Covid-19. Banyak orang akan khawatir melakukan traveling yang tentunya dapat berpengaruh terhadap Bali.

“Bali ini sangat mengharapkan dari sektor pariwisata. Kita secara serius harus menjaga keamanan, kenyamanan dan keindahan. Mudah-mudahan tidak terjadi (perang dunia),” imbuhnya. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini