The Nusa Dua Menuju 20 Tahun ke Depan, Rejuvenasi dengan Konsep Green Tourism

0
148
Rejuvenasi The Nusa Dua
Pemotongan tumpeng oleh direksi ITDC dan The Nusa Dua menandai ground breaking rejuvenasi. (ist)

balibercerita.com –
Rejuvenasi kawasan The Nusa Dua dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan konsep green tourism. Langkah ini bertujuan menjaga daya saing kawasan, meningkatkan kenyamanan wisatawan, serta memastikan The Nusa Dua tetap relevan hingga 20 tahun ke depan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan dan dinamika industri pariwisata global.

Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka menjelaskan bahwa pengembangan kawasan The Nusa Dua menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama agar kawasan terus bertumbuh dan tetap relevan di tengah dinamika serta perkembangan global. Pengelolaan kawasan tidak hanya berfokus pada capaian saat ini, tetapi juga pada kesiapan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Meski telah dikelola selama 52 tahun, kawasan The Nusa Dua tetap menunjukkan kinerja yang positif. Sepanjang tahun 2025, tingkat okupansi kawasan tercatat mencapai 76,93 persen, sebuah capaian yang dinilai solid di tengah kondisi global yang dinamis.

Dari sisi kunjungan, terjadi peningkatan signifikan dari 3,2 juta kunjungan pada 2024 menjadi 3,8 juta kunjungan pada 2025 atau tumbuh sekitar 18,5 persen. “Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus berbenah, memperbarui kawasan, dan semakin matang dalam menghadirkan pengalaman yang berkualitas bagi wisatawan,” ujar Troy.

Baca Juga:   Isi Libur Nataru, Sejumlah Event Dihadirkan Beachwalk 

Perkembangan tersebut menjadi dasar dimulainya program rejuvenation kawasan pada 2026 yang akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun ke depan. Fokus utama diarahkan pada perbaikan ruang publik, dengan estimasi pengerjaan selama 210 hari, melibatkan lebih dari 100 tenaga kerja dari PT Nindya Karya.

Penataan mencakup Pulau Peninsula sebagai ruang publik unggulan, diawali dengan pembangunan stage event untuk mendukung berbagai kegiatan dan pertunjukan. Selain itu, akses menuju Water Blow, area wedding chapel, serta penguatan atraksi dan pengalaman wisatawan juga menjadi bagian dari pengembangan.

Di sisi infrastruktur, ITDC akan melakukan overlay jalan sepanjang 3,7 kilometer di seluruh kawasan The Nusa Dua. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran akses, termasuk menuju Pulau Peninsula. Seluruh pekerjaan akan dilaksanakan dengan standar kualitas tinggi, disertai rekayasa lalu lintas dan langkah mitigasi guna meminimalkan dampak selama proses pembangunan berlangsung. Selama pengerjaan, tidak ada penutupan kawasan, sehingga aktivitas pariwisata tetap berjalan.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga menjadi fokus utama dalam rejuvenasi ini. ITDC mengembangkan fasilitas tempat pengolahan sampah terpadu reduce, reuse, recycle (TPS 3R) seluas 5.000 meter persegi, dengan sistem pemilahan yang lebih modern dan terstruktur. Upaya ini ditujukan untuk mendukung pengelolaan sampah yang efektif sekaligus penerapan prinsip green tourism di kawasan The Nusa Dua.

Baca Juga:   Penataan Destinasi Uluwatu dan Pandawa Jadi Prioritas Pariwisata Kutsel 2026

Selain itu, peremajaan kawasan turut menyentuh penataan pencahayaan dan infrastruktur pendukung, mulai dari jalan setapak, pedestrian, hingga tata cahaya kawasan. Sementara itu, Pulau Nusa Dharma akan ditata sebagai wellness island, dengan penambahan akses jalan, fasilitas yoga, area meditasi, serta berbagai aktivitas penunjang kebugaran dan kesehatan, tanpa mengabaikan kelestarian alam yang ada.

Dalam proses peremajaan ini, ITDC mengedepankan konsep green tourism secara lebih dominan. Seluruh elemen kawasan, seperti patung, pencahayaan, simbol, dan signage, akan dikaji kembali melalui komite khusus di The Nusa Dua guna memastikan kesesuaiannya dengan tren industri pariwisata terkini serta kebutuhan kawasan hingga dua dekade mendatang.

Rejuvenasi ini juga diselaraskan dengan peremajaan yang dilakukan oleh pihak hotel, di mana sejumlah hotel telah mulai memperbarui tampilan kawasan masing-masing. ITDC turut menyiapkan spot-spot yang relevan bagi wisatawan keluarga, dengan menghadirkan satu atau dua bentuk baru yang tetap terhubung dengan kondisi eksisting. Elemen yang selama ini memberikan rasa nyaman dan kesan mendalam bagi pengunjung akan tetap dipertahankan.

Baca Juga:   Petani Kedisan Mandiri: Menjaga Alam dan Tradisi Lewat Pertanian Organik

“Yang ada tidak dihilangkan, tetapi diperkuat. Sekitar 80 persen kawasan akan dipertahankan, sisanya dipercantik. Penambahan dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak lingkungan,” jelas Troy.

Ia mengakui bahwa proses pembangunan berpotensi menimbulkan kebisingan, namun hal tersebut merupakan bagian dari dinamika pembangunan. Target penyelesaian diperkirakan mulai terasa dalam satu hingga dua tahun ke depan, dengan jangka waktu terpanjang sekitar lima tahun.

Saat ini, seluruh konsep masih berada dalam tahap kajian komite sehingga bentuk final belum dapat dipaparkan secara rinci. Namun Troy menegaskan bahwa prioritas awal adalah pengaspalan kawasan, mengingat selama 52 tahun berdiri, pengaspalan belum dilakukan secara maksimal. Setelah itu, penataan akan dilanjutkan pada pedestrian, taman, pepohonan, serta sistem penunjuk kawasan.

“Dengan rejuvenasi ini, tingkat kunjungan kawasan harus terus meningkat. Tujuan akhirnya adalah menjaga The Nusa Dua tetap aman, nyaman, dan memiliki daya saing tinggi sebagai kawasan pariwisata berkelas dunia,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini