balibercerita.com –
Munculnya Siklon Tropis Senyar dan Koto beberapa hari terakhir sempat disinyalir dapat memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Namun, kondisi tersebut dipastikan tidak berdampak langsung terhadap cuaca di Bali.
Hujan sedang hingga lebat yang terjadi belakangan ini lebih dipengaruhi oleh musim hujan yang sudah merata serta adanya belokan angin. Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Luh Nyoman Didi menjelaskan bahwa berdasarkan pembaruan data BMKG, Siklon Tropis Senyar kini berada di Laut Cina Selatan di sekitar perairan Semenanjung Malaysia, sehingga posisinya sudah jauh dari wilayah Indonesia.
“Siklon Tropis Senyar tidak lagi berpengaruh terhadap cuaca di Bali. Hujan yang terjadi murni karena Bali sudah memasuki musim hujan,” ujarnya, Senin (1/12).
Ia menyebutkan, saat ini musim hujan telah merata di seluruh Bali, dengan intensitas hujan yang bervariasi dari ringan hingga lebat. Dalam tiga hari ke depan, potensi hujan ringan hingga lebat diperkirakan terjadi terutama di Bali bagian tengah, utara, dan timur. Sementara itu, gelombang laut di perairan selatan Bali berpotensi mencapai 2 meter.
Puncak musim hujan di wilayah Bali diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Berdasarkan pengamatan di empat stasiun BMKG, tercatat curah hujan pada 26 November mencapai 29,4 mm di wilayah Denpasar, menunjukkan peningkatan aktivitas hujan beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pola hujan umumnya terbentuk pada pagi hingga sore hari, namun kini hujan sering muncul sejak siang hari.
Terkait kondisi angin, BBMKG memastikan tidak ada gangguan signifikan, meski dalam tiga hari terakhir sempat terpantau belokan angin yang meningkatkan intensitas hujan. Saat ini fenomena tersebut sudah tidak terpantau lagi.
BBMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang serta berdampak pada aktivitas luar ruang. Nelayan dan pengguna jasa kelautan juga diminta berhati-hati mengingat gelombang tinggi di perairan selatan Bali. (BC5)



















