Perkuat Koordinasi Keselamatan Wisatawan, Konsulat Jenderal AS Kunjungi Kantor SAR Denpasar

0
219
Wisatawan
Jajaran Basarnas Bali saat menerima Konsulat Jenderal AS. (ist)

balibercerita.com –
Upaya memperkuat koordinasi dalam penanganan keselamatan wisatawan asing terus dilakukan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H., menerima kunjungan dari perwakilan Konsulat Jenderal Amerika Serikat yang berbasis di Jakarta, pada Rabu (3/9).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Clay K. Adler selaku Consul General and Counselor for Consular Affairs didampingi oleh Consular Agent Joseph S. Curtin dan satu staf lainnya. Dalam pertemuan itu, kedua pihak berdiskusi mengenai kerja sama penanganan darurat dan keselamatan bagi wisatawan asing, khususnya warga negara Amerika Serikat (AS) yang berkunjung ke Bali.

Baca Juga:   Rute Domestik Mendominasi Tahun 2022 di 15 Bandara Angkasa Pura I

“Kami mengapresiasi kerja keras tim SAR Denpasar, terutama dalam menangani beberapa insiden yang melibatkan warga negara kami. Koordinasi yang baik dengan konsulat dan keluarga korban sangat membantu,” ujar Joseph S. Curtin.

Salah satu kasus yang disinggung adalah keberhasilan tim SAR dalam menemukan seorang wisatawan AS yang sebelumnya hilang saat mengendarai jetski di perairan sekitar Uluwatu. Meski tidak semua operasi membuahkan hasil, pihak Konsulat AS mengaku tetap menghargai profesionalisme dan komunikasi intensif yang dilakukan tim SAR Indonesia.

Baca Juga:   Dorong UMKM Naik Kelas, Pertamina Patra Niaga Gelar UMK Academy 2025 di Bali

Clay K. Adler juga menekankan pentingnya edukasi terhadap wisatawan tentang keselamatan selama beraktivitas di alam terbuka, termasuk saat mendaki gunung. Menurutnya, masih ada warga AS yang kurang disiplin terhadap aturan keselamatan, namun pihaknya terus melakukan upaya sosialisasi melalui situs resmi yang dapat diakses oleh seluruh wisatawan.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kantor SAR Denpasar memaparkan profil singkat institusinya, termasuk kekuatan personel, alat utama SAR, serta standar waktu tanggap (response time) yang ditetapkan sebesar 25 menit setelah laporan diterima melalui saluran darurat 115. Ia menegaskan bahwa layanan SAR terbuka bagi seluruh warga, baik WNI maupun WNA, tanpa diskriminasi.

Baca Juga:   Barang Bukti Perkara Narkotika Dimusnahkan, Nilainya Rp3,7 Miliar Lebih

“Setiap laporan akan kami tangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi demi meminimalkan risiko korban jiwa. Dukungan dari berbagai instansi dan stakeholder menjadi bagian penting dalam keberhasilan operasi SAR,” jelas Sidakarya.

Pertemuan diakhiri dengan saling bertukar cenderamata serta sesi foto bersama sebagai simbol sinergi lintas negara dalam upaya melindungi wisatawan di Indonesia, khususnya Bali. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini