Denpasar, balibercerita.com –
Setelah merilis single keduanya yang bertajuk Kembali ke Akar pada 10 Juni 2022, band Navicula merilis album terbaru mereka yang bertajuk Archipelago Rebels. Informasi tersebut diketahui dari postingan akun Instagram naviculamusic pada Rabu (29/6). Album tersebut menjadi album ke-11 dari band kelahiran tahun 1996 itu.
Dalam album tersebut, band yang dikenal dengan julukan Unit Green Grunge Gentlemen Bali itu membawakan 11 track lagu yang diharapkan menjadi pengobat kerinduan penggemar. Archipelago Rebels mengangkat tentang kearifan lokal masyarakat tropis Nusantara, pelestarian lingkungan, dan gagasan tentang keberlanjutan. Album yang dirilis dalam format compact disc itu merupakan hasil kolaborasi Navicula bersama Akarumput, Bali Wariga, dan label rekaman Demajors yang berbasis di Jakarta.
Sebelum merilis album Archipelago Rebels band yang dipunggawai Gede Robi (vokal, gitar), Dadang Pranoto (gitar), Palel Atmoko (drum), dan Krishnanda Adipurba (bass) itu telah merilis dua single mereka, yaitu Dinasti Matahari dan Kembali ke Akar. Single Kembali Ke Akar merupakan suatu ajakan agar orang-orang mengingat kembali siapa identitas mereka, dari mana asal usul mereka. “Juga pengingat menjaga tradisi, apa yang sudah diwariskan oleh pendahulu kita. Agar kita bisa memaknai, memanfaatkannya, dan membuatnya relevan untuk zaman sekarang,” ujar Robi.
Menurutnya, di era globalisasi seperti saat ini kemajuan teknologi tidak bisa dielakkan. Namun, kemajuan yang menurutnya ideal adalah kemajuan yang berangkat dari asal muasal, baik menyangkut siapa diri kita, bagaimana lingkungan kita, apa saja pengetahuan yang kita punya, serta apa kebijakan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi. “Dengan pemetaan ini, kita mampu untuk berangkat dari apa yang kita punya tapi dikembangkan dari sebelumnya. Melestarikan apa yang bagus dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki,” ungkap Robi.
Menururnya, Kembali ke Akar juga dapat diartikan sebagai pelestarian terhadap budaya. Hal itu coba diangkat oleh Navicula dalam misinya mendukung Nation Branding Indonesia. Ia berharap para pendengar mendapat pesan terkait upaya melestarikan local wisdom. Bukan dengan atribut atau fashion saja, tapi dengan melestarikan prinsip ideologi dan pengetahuan. (BC5)

















