
balibercerita.com –
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan rekomendasi pendirian Program Studi Kedokteran Program Sarjana, Program Studi Profesi Dokter, serta Fakultas Kedokteran Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa. Rekomendasi tersebut diberikan usai pelaksanaan visitasi oleh tim Kemenkes ke kampus pusat UHN Sugriwa di Kecamatan Kubu, Kabupaten Bangli pada Jumat (23/1).
Visitasi ini menjadi tahapan penting dalam proses pembukaan Fakultas Kedokteran UHN I Gusti Bagus Sugriwa sebagai bagian dari pengembangan institusi pendidikan tinggi keagamaan negeri di Bali. Rekomendasi pendirian tertuang dalam surat bernomor DP.01.05/Menkes/841/2025 yang ditandatangani langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunawan Sadikin.
Dalam rekomendasi tersebut, UHN I Gusti Bagus Sugriwa diharapkan memenuhi seluruh ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk menjalin kerja sama dengan dinas kesehatan serta para pemangku kepentingan lainnya, khususnya terkait penempatan dan pemanfaatan lulusan di masa mendatang.
Kegiatan visitasi dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Ketua Konsil Kesehatan Indonesia drg. Arianti Anaya, M.K.M, Direktur Penyedia SDM Kesehatan Kemenkes Anna Kurniati, S.K.M., M.A., Ph.D., serta Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan Pusdik SDM Kesehatan Dr. Akemat, S.Kp., M.Kep.
Dari unsur pemerintah daerah, hadir langsung Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, S.E., M.I.Kom bersama Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, S.S.T.Par., M.I.Kom, Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, S.H., Komisi II DPRD Bangli, Sekda Bangli, Drs. I Dewa Bagus Riana Putra, M.Si., serta Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M.
Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendirian Prodi Kedokteran dan Fakultas Kedokteran merupakan kebutuhan strategis dalam pengembangan kampus. Langkah ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat serta Asta Protas Kementerian Agama.
“Dengan dukungan Kemenkes, Kemenag, Pemerintah Kabupaten Bangli, dan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap kehadiran Fakultas Kedokteran UHN Sugriwa dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta menyambut baik rencana pendirian Fakultas Kedokteran tersebut. Menurutnya, kehadiran Prodi Kedokteran UHN Sugriwa diharapkan menjadi jembatan bagi putra-putri daerah untuk mengakses pendidikan kedokteran yang selama ini terkendala biaya tinggi. “Dengan adanya Prodi Kedokteran di Bangli, kami berharap masyarakat bisa mendapatkan pendidikan kedokteran yang berkualitas dengan biaya lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan program Astacita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam percepatan pemenuhan jumlah dokter nasional.
Sementara itu, Direktur Penyedia SDM Kesehatan Kemenkes Anna Kurniati menjelaskan bahwa Indonesia masih membutuhkan peningkatan jumlah dokter untuk mencapai rasio ideal 1 dokter per 1.000 penduduk sesuai standar WHO, atau minimal 1 dokter per 5.000 peserta BPJS Kesehatan. Selain kuantitas dan kualitas, pemerataan distribusi dokter hingga ke puskesmas dan puskesmas pembantu juga menjadi perhatian utama.
Pihak Kemenkes menyambut baik pendirian Fakultas Kedokteran UHN Sugriwa yang memiliki keunikan berbasis nilai-nilai kehinduan dan kearifan lokal. Namun demikian, Anna menegaskan pentingnya kelulusan uji kompetensi nasional bagi mahasiswa kedokteran agar dapat menjalankan praktik secara legal.
Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, drg. Arianti Anaya menekankan agar kurikulum pendidikan profesi kesehatan di UHN Sugriwa nantinya tetap mengacu pada standar yang ditetapkan Konsil Kesehatan Indonesia, termasuk dalam hal mutu dan kualitas sumber daya manusia pendukung.
Ketua Tim Task Force pendirian Fakultas Kedokteran UHN Sugriwa, dr. I Made Naris Pujawan, Sp.PA, yang juga Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Bangli, memaparkan bahwa Fakultas Kedokteran UHN Sugriwa diproyeksikan menjadi institusi pendidikan kedokteran yang berdaya saing, berkarakter, dan berkontribusi dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis kearifan lokal Hindu.
Keunikan tersebut diwujudkan melalui integrasi Complementary Medicine berbasis nilai-nilai kehinduan, seperti Yoga Terapeutik dan Usada Bali, ke dalam kurikulum kedokteran berbasis bukti ilmiah (evidence-based). Pendekatan ini sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan dalam pengembangan layanan kesehatan komplementer yang berorientasi pada paradigma sehat.
Visitasi dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, RSUD Bangli, RSJ Manah Shanti Mahottama Provinsi Bali, LLDIKTI Wilayah VIII, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Kementerian Agama Kabupaten Bangli, jajaran pimpinan UHN Sugriwa, serta puluhan calon dosen Program Studi Kedokteran. (BC5)

















