Mangupura, balibercerita.com –
Tiga buah sertifikat terkait keamanan dan kenyamanan dikantongi kawasan The Nusa Dua. Sertifikat dimaksud yaitu Sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf), Sertifikat Kesiapsiagaan Bencana bagi Dunia Usaha Pariwisata, serta Sertifikat Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata. Hal tersebut menunjukkan kesiapan The Nusa Dua dalam menyambut kunjungan wisatawan dan penyelenggaraan event dalam kawasan, khususnya pertemuan puncak G20 pada November 2022.
Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan, pihaknya senantiasa mengedepankan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung maupun menginap di kawasan. Secara konsisten pihaknya terus menerus berinovasi menjadi lebih baik, khususnya dalam menjaga keamanan kawasan. Hal itu guna menarik semakin banyak wisatawan dari berbagai kalangan. Pihaknya juga terus mematangkan kesiapan maupun koordinasi yang kuat kepada seluruh stakeholder agar penyelenggaraan KTT G20 dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Khusus untuk Sertifikat Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata yang diperoleh lima tenant kawasan The Nusa Dua, pihaknya berharap penerimaan sertifikat itu dapat menjadi virus yang positif, sehingga seluruh tenant yang lain dapat mengikuti sertifikasi ini guna mewujudkan kawasan pariwisata The Nusa Dua sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi wisatawan untuk berkunjung dan beraktivitas wisata.
Untuk diketahui, ada lima tenant hotel di The Nusa Dua yang berhasil memperoleh Sertifikat Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata Predikat Platinum dari Pemerintah Provinsi Bali, Polda Bali dan PHRI Bali. Lima hotel tersebut yaitu Melia Bali Indonesia, The Laguna, a Luxury Collection Resort & Spa, Nusa Dua Beach Hotel & Spa, The St. Regis Bali Resort, serta The Westin Resort Nusa Dua Bali.
Kegiatan asesmen merupakan implementasi Perda Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020, terkait standar penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali yang bertujuan untuk memastikan akomodasi pariwisata di Bali memenuhi standar keamanan, keselamatan dan kesehatan. Secara garis besar, proses asesmen mencakup beberapa elemen diantaranya komitmen dan kebijakan pengamanan, pola penanganan, konfigurasi pengamanan, standar kemampuan dan pelaksanaan pengamanan, serta monitoring dan evaluasi yang tertuang dalam 180 kriteria yang harus dipenuhi oleh setiap akomodasi pariwisata.
Hasil asesmen disampaikan dalam 4 peringkat, yaitu Platinum sebagai predikat tertinggi, selanjutnya Gold, Silver, dan belum memenuhi standar. “Keberhasilan meraih predikat tertinggi untuk lima hotel di kawasan kami ini menunjukkan adanya kerja sama yang kuat di antara stakeholders serta inovasi untuk bersama-sama mewujudkan The Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata unggulan di Bali,” ucapnya. (BC5)
















